WALHI Sumbar dan ESN Mendesakkan Regulasi Larangan Plastik Sekali Pakai dan Implementasi EPR

Kolaborasi WALHI Sumatera Barat dan Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) Melakukan kegiatan Uji Kualitas air di Batang Arau dan Batang Kuranji yang merupakan sungai di Kota Padang yang memiliki hulu di Kawasan Bukit Barisan dan bermuara di kawasan Gunung Padang.

Sungai ini melewati kawasan pertambangan Semen, Pabrik, pemukiman hingga pelabuhan, Bahkan Batang Kuranji Memiliki Peran Vital karena digunakan sebagai bahan baku PDAM Kota Padang.

Kegiatan dimulai dengan pengambilan sampel air sungai, lalu di analisis dengan 14 parameter kualitas air, analisis ini bertujuan untuk

Penelitian Tentang Mikroplastik di Padang dan Pariaman bertujuan Mengetahui kualitas air dan kandungan mikroplastik yang berada di Sungai Batang Arau. Pengambilan sample air dilakukan pada Selasa-Rabu 10-11 Mei 2022.

“Hasil Analisis menunjukkan bahwa beberapa parameter kualitas air di Sungai Batang Arau telah melewati baku mutu, diantaranya adalah Phospat 0,45 ppm yang telah melampaui hingga 300% dari baku mutu, Klorin Bebas 0,1 ppm diantaranya adalah Phospat 0,45 ppm yang telah melampaui hingga 300% dari baku mutu, dan Besi 0,39 ppm” ungkap Andre Bustamar, Lebih lanjut Koordinator Riset WALHI Sumbar ini menyatakan bahwa Tingginya kadar Klorin dan Phospat bisa berasal dari aktifitas industri dan Limbah Domestik.

Selain mengukur kualitas air, tim juga melakukan analisis untuk melihat kandungan mikroplastik didalam air dengan menggunakan mikroskop.

Dari hasil analisis didapatkan bahwa di aliran Batang Arau yang berada di Kelurahan Ganting mengandung 110 mikroplastik per 100 liter air dan di Muara Batang Arau Mengandung 410 mikroplastik per 100 liter air.

.