Lagi Borok Yutiardi Berbau Lagi, FKS Studi Banding Ke Dharmasraya Tidak Ikut, SPPD Fiktif Tetap Jalan

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Sepandai-pandai tupai melompat pada satu kali akan jatuh juga. Ungkapan ini pantas disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutiardi Riva’i. Pasalnya, belum tuntas soal dana Covid 19 dan THR Idul Fithri 1441 H Tahun 2020. Kini muncul lagi masalah SPPD fiktif.

Pada tahun 2019 Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman, melakukan acara studi bandung ke Kabupaten Dharmasraya dua hari pulang pergi. Perjalan itu dilaksanakan pada akhir tahun 2029, tepatnya tanggal (23/12/2019).

“Bapak Kadis Yutiar memang tidak ikut  dalam rombongan perjalanan, karena beliau ada tugas lain,” ujar salah anggota rombongan ketika ditanya, Kamis (2/7/2020).

Rombongan yang berjumlah 60 orang itu dipimpin Ketua FKS Padang Pariaman, Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman didampingi Sekretaris FKS Bgd. Armaidi Tanjung dan Kepala Bidang Sosial Budaya Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman Harmen Aminuddin.

Menurut informasi walaupun Yutiardi tidak ikut, tetap menerima uang makan dan trasnportasi, uang penginapan dan Surat Perjalanan Perjalanan Dinias (SPPD) penuh,, seperti rombongan yang ikut dalam perjalanan.

Pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Damasraya dan FKS Damasraya, di aula Bappeda Damasraya. Rombongan FKS Padang Pariaman diterima Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Damasraya Silaturahim, SKM dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Damasraya, Busnawir, SKM.

Sedangkan rombongan dari Padang Pariaman antara lain hadir Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Nurhayati, Sekretaris FKS Armaidi Tanjung, sejumlah pengurus FKS, staf Dinkes dan OPD terkait lainnya.

Harmen Amiruddin dalam sambutannya  mengatakan, inovasi-inovasi dilakukan FKS dan OPD terkait di Damasraya terlihat sangat mendukung pencapaian penilaian per tatanan. Kepedulian pimpinan daerah, OPD dan lembaga terkait di Damasraya patut menjadi contoh ke depannya dalam penyelenggaraan FKS di Padang Pariaman.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan Bappeda dan Dinkes Damasraya dalam pertemuan ini ada yang bisa diterapkan di Padang Pariaman. Sehingga ke depannya Padang Pariaman bisa meningkatkan penilaian Kabupaten Sehat yang tahun 2015 meraih Swasti Saba Padaba, tahun 2019 Swasti Saba Wiwerda dan diharapkan tahun 2021 mendatang bisa meningkat lagi menjadi Swasti Saba Wistara,” kata Harmen menambahkan.

Yutiardi saat dikonfirmasi Jum’at (3/7/2020) mengatakan, “Ambo” cek dulu untuk klarifikasi .. izin, “Ambo” sedang di lapangan. Minta waktu sampiak Senin. Ketia disampaikan karena kita dikejar waktu tayang, mungkin tidak sabaran menunggu jelang Senin dan berita harus diturunkan”.

Plt. Kepala BPKD Padang Pariaman, Armen Rangkuti, saat dikonfirmasi mengatakan, membenarkan ada perjalanan studi banding FKS Padang Pariaman ke Kabupaten Dharmasraya. Tetapi Armen menyebutkan itu merupakan kegiatan pada Dinkes Padang Pariaman. “Soal SPPD Kadis Kesehatan, sebaiknya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan,” ucap Armen. (aa)