Kepala UPTD Puskesmas Kuraitaji Ramadhani, Punya Inovasi EMO DEMO

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—UPTD Puskesmas Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman punya inovasi cara baru dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dalam wilayahnya.

Kepala UPTD Puskesmas Kuraitaji, Ramadhani mengungkapkan inovasi metode penyuluhan tersebut digagas oleh program Promosi Kesehatan (Promkes) yaitu metode Emotional Demostration (EMO DEMO) beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, EMO DEMO merupakan suatu kegiatan yang partisipatif dengan tujuan menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyenangkan dan menyentuh emosi peserta melalui alat peraga. Seperti yang dilakukan pada kelas ibu hamil di Puskesmas Kurai Taji dengan permainan susun balok dan tentunya kolaborasi dengan dokter, bidan, serta petugas gizi puskesmas kurai taji.

Materi EMO DEMO mengangkat topik “gizi anak pada 1000 hari pertama Kehidupan (HPK)” yang mana masa-masa ini disebut sebagai periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sementara itu, petugas Promkes Puskesmas Kurai Taji, Andrian Yusman, yang terlibat langsung dalam EMO.DEMO menjelaskan kelas ibu hamil ini sendiri diadakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan diantaranya cuci tangan pakai sabun sebelum masuk gedung puskesmas, menggunakan masker, cek suhu serta jaga jarak.

Dalam EMO DEMO menyusun balok ini, peserta di bagi atas 2 kelompok yg masing-masing terdiri dari 2 orang.

Andrian menerangkan kepada tim MC Kota Pariaman, Sabtu (20/6/2020), setiap kelompok di beri kartu faktor yang berwarna hijau (untuk informasi kesehatan yg benar) dan kartu faktor berwarna merah (untuk informasi kesehatan yang tidak benar atau mitos). ketika peserta mendapatkan kartu hijau maka akan diminta menyusun balok dan ketika peserta mendapat kartu merah maka tidak di bolehkan menyusun balok dan ketika peserta membacakan kartu faktor mereka di minta untuk berpendapat terhadap informasi kesehatan yg tertulis di kartu faktor tersebut.

” Semakin tinggi balok yang tersusun maka kelompok tersebut menang,” imbuhnya menambahkan.

Adapun pesan kesehatan dalam permainan tersebut, jelas Andrian, yakni membentuk perilaku makan ibu hamil dan perilaku pemberian makan pada anak yang akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak sehingga akan mencegah terjadinya stunting pada anak.

” EMO DEMO ini bisa menjadi alternatif untuk petugas dalam memberikan penyuluhan agar para peserta dan masyarakat tidak jenuh dan mudah memahaminya, ” tutupnya mengakhiri.(Fadli)