Ironis Anak Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat Putus Sekolah

BIJAKONLINE.COM. (Pasaman Barat) Miris, ditanah Petro Dolar masih ada anak putus sekolah karena keterbatasan Ekonomi, Bahkan ke Tujuh anak dari Pasangan Darwin (41) dan Yulita Dewi (41) warga Kampung Baru Jorong  Rimbo Batu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mereka harus rela putus sekolah karena keterbatasana ekonomi,  mereka pun tinggal di rumah tidak layak huni.

“Keluarga kurang mampu dengan tujuh anak, dimana Lima orang masih dalam usia sekolah dan Dua  orang masih balita, karena keterbatasan ekonomi mereka, lima orang anak kita ini harus untuk sekolah,  pendidikan mereka hanya sampai Sekolah Dasar (SD)  saja. Putra sulung kita, Randa Saputra (19) dia tak tamat SD, dan bekerja setiap hari sebagai buruh pengangkut kayu olahan,” disekitar kanagarian in,” kata Darwin pada Media Bijakonline.com saat kunjungan  Tim Kolaborasi Kemanusiaan Pasaman Barat bersama Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB) di kediamannya beberapa waktu lalu.

Dikatakan, satu-satunya yang masih sekolah adalah Andika Darwianto (9), namun sudah satu tahun terhenti di kelas III SD. Sedangkan dua orang anak mereka  masih balita, Sakila berumur tiga tahun dan Rara satu setengah  tahun, sangat memilukan, Apalagi Darwin hanya seorang buruh tani tidak tetap.

Sementara itu, KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat yang diwakili oleh Ketua MRPB PEDULI, Mon Eferi, bersama Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB) setelah menerima laporan tentang keluarga ini, mereka  segera meluncur untuk mengunjungi keluarga tersebut ke Nagari  Kajai, sekalian membawa bantuan sembako untuk mereka.

Alhasil, lanjut Mon Eferi, setelah bercerita panjang dan melakukan pendekatan dengan keluarga Darwin, akhirnya ia  mengizinkan anak ke-4 mereka, Andika Darwianto, untuk dibawa ke Panti Asuhan YGBB untuk melanjutkan pendidikannya. Andika pun sangat berkeinginan dapat melanjutkan sekolah.

Selain mengunjungi keluarga Darwin, YGBB juga mengunjungi dan memberikan bantuan sembako kepada seorang ibu tua, Dahliar (65) yang sudah janda dan tinggal sebatang kara di Nagari setempat.

Untuk  para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam gerakan sosial kemanusiaan ini, silahkan salurkan infaknya melalui rekening MRPB PEDULI di BRI Cab. Pasaman Barat,  no. rekening 0615-01-008410-53-1 (Arafat).