Mencermati Kasus Reska Oktoberia, Tokoh Masyarakat Luhak Limo Puluah Angkat Bicara

TABLOIDBIJAK.COM (Limapuluh Kota)—– Berdasarkan laporan polisi dari Zamhar Pasma Budi yang melaporkan mantan Caleg DPR-RI Reska Oktoberia ke Polsek Suliki dengan nomor surat laporan Polisi Nomor: LP/K/67/X/2019/Sektor Suliki, tanggal 22 Oktober 2019 dan penetapan tersangka terhadap Reska Oktoberia berdampak di Praperadilankannya Polres Limapuluh Kota.

Tokoh masyarakat Luhak Limopuluah Khairul Apit yang juga Anggota DPRD Kabupaten 50 Kota dari Fraksi Gerindra, dalam jumpa pers dengan wartawan menyampaikan tangapannya kepada wartawan, Jumat (21/2) di salah satu cafe di kota Payakumbuh, di luar konteks politik, informasi yang berkembang di masyarakat sekarang ini adalah, seandainya bapak Mulyadi mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Sumatera Barat, secara otomatis Reska Oktoberia lah yang akan di PAW (Pengganti Antar Waktu) kan menggantikannya di kursi DPR RI.

“Kita berharap, PAW Reska Oktoberia itu terjadi, karena di Luak Limopuluah (kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota) ini belum pernah ada Putra-Putri Luak 50 mewakili untuk duduk di DPR RI. Peran DPR RI itu sangat jelas, contohnya dalam proses percepatan pembangunan daerah kita,” ujar Khairul Apit.

Dikatakan, mari lirik, daerah lain yang bisa menempatkan putra/putrinya di DPR RI, salah satu dampaknya yaitu percepatan pembangunan di daerah itu, dan kesempatan itu berada pada ibuk Reska Oktoberia jika Bapak Mulyadi Resmi menjadi Calon Gubernur Sumatra Barat

“Memang sudah banyak tokoh-tokoh kita di Luak 50 mencoba untuk maju di DPR RI, namun itu gagal. Nah, untuk itu kita harus mengupayakan putri terbaik Luak Limapuluah ini yang sudah jelas secara otomatis akan di PAW menggantikan Mulyadi jika dia mencalonkan diri jadi Calon Gubernur Sumatra Barat. Kita melihat itu akan berdampak positif yang besar bagi kemajuan pembangunan di Luak Limopuluah ini,” kata Khairul Apit.

Terkait proses hukum yang sedang menimpa Reska Oktoberia, Khairul Apit menyikapinya dengan tanggapan positif, Kita serahkan semua ini kepada penegak hukum, semoga masalah ini cepat selesai, Kita selalu memberikan dukungan moril, dan doa untuk Reska Oktoberia agar tabah menjalani kasus yang sedang menerpanya, dan kita berharap Proses hukum ini tidak mengganggu proses PAW ” sebutnya.

Kemudian bagi yang tidak tau tentang persoalan ini, kata Khairul Apit, lebih baik diam saja. Saya beda partai dengan Reska Oktoberia, namun sekarang pemilu legislatif sudah selesai, tugas kita sekarang adalah membangun daerah kita. “Kemudian kepada semua pihak terkait yang menandatangani kasus ini, kita berharap bertindak secara profesional. Mari kita semua perjuangkan Reska Oktoberia ini, jangan sampai kasus hukum yang menjeratnya menghambat proses PAW nya nanti,” pungkas Khairul Apit.

Sebelumnya, puluhan warga kabupaten Limapuluh Kota turut memberikan dukungan moril terhadap Putri Luak Limopuluah berinisial Reska Oktoberia yang Praperadilankan Polres Limapuluh Kota, di Pengadilan Negeri Tanjung Pati kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (20/2).

“Selaku anak nagari dan masyarakat Limapuluh Kota, kami Anak nagari ikut prihatin terhadap kasus yang menimpa salah seorang Putri Luak Limopuluah ungkap Anda (46) salah seorang petani didampingi puluhan warga kecamatan Guguak kabupaten Limapuluh kota yang hadir jelang proses Praperadilan Polres Limapuluh Kota.

Ditambahkan, Anda, kami bersama datang pagi ini dengan inisiatif sendiri-sendiri, demi mengikuti perkembangan kasus Praperadilan yang menimpa Reska Oktiberia ini

“Kami ingin keadilan untuk Reska Oktoberia dalam menghadapi persidangan ini, kami tak ingin putri Luak Limopuluah yang sudah bersusah payah membangun kebersamaan dan berjuang untuk memajukan Negeri Luak Limopuluah dan provinsi Sumatera Barat ini,” ingin warga dengan hati nurani masing-masing.

Lanjut, Reska Oktoberia tersandung kasus yang tak pernah sekalipun terbayang oleh pikiran kami, hingga menyebabkan terhambatnya kinerja dan bahkan menyita fikiran Reska Oktiberia dalam memperjuangkan suara – suara rakyat jika di PAW kan nanti dan duduk di DPR RI. “Semoga persidangannya berjalan lancar, amin,” singkat Anda penuh harap bersama warga lainnya.

Hal senada juga diutarakan, Syawaludin Ayub (Awe) Budayawan Sumatera Barat, menyampaikan kepada wartawan, terkesan ada keanehan pada kasus yang menimpa Reska Oktoberia ini, secara umum Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi perbedaan dan menghormati kemajemukan suku dan budaya sesuai dengan ideologi Pancasila. Karena itu semua warga negara Indonesia wajib saling menghormati antar sesama serta menjaga keutuhan NKRI dari berbagai gangguan, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

“Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bisa membela negara ini dari berbagai upaya untuk memecah belah NKRI, kalau memang orang luar yang menyebabkan masalah ini, jelas merusak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kalau mereka mengaku WNI, konsekuensinya mereka harus berperan menjaga keutuhan bangsa. Tapi sebaliknya, bila justru ingin menghancurkan NKRI, mereka jelas bukan orang Indonesia,” terang Budayawan Sumbar, Awe. (jnd)