Akhir 2019, Unesco Tetapkan Silek Jadi Warisan Dunia

TABLOIDBIJAK — Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) akan menetapkan silek sebagai warisan dunia kategori budaya. Penetapan itu direncanakan pada bulan November atau awal Desember 2019.

Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai membuka Silek Arts Festival (SAF) 2019, di Taman Budaya, Senin malam, 19 Agustus 2019.

“Jika tidak ada halangan Unesco akan tetapkan silek sebagai warisan dunia pada bulan November atau Desember awal di Columbia. Tidak hanya di Indonesia Malaysia juga,” ujarnya.

Dikatakannya, menurut catatan para ahli sejarawan ada dua budaya minang yang tidak terpublikasi dari zaman dulu hingga saat ini, salah satunya silek.

“Dengan adanya SAF ini kita bisa mengangkat dan publikasikan serta melestarikannya dan mudahan silek menjadi semakin dikenal,” ujar Irwan.

Ia juga merasa bangga, karena SAF tidak didukung dari pusat saja, namun sudah ada dari berbagai komunitas silek dan sasaran. Apalagi sudah di dukung penuh oleh bupati dan walikota.

“Untuk itu kita bertanggung jawab untuk menjaga dan memeliharanya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menyampaikan SAF bagian dari kegiatan Indosiana yang melestarikan kebudayaan dengan melibatkan masyarakat dan menjadi milik masyarakat.

“Dua tahun berjalan SAF melibatkan dan memberikan ruang kepala komunitas kesenian mengekspresikan diri serta menjadikan silek milik publik dan Inklusif,” ungkapnya. (fardi)