Menolak Ikrar Setia NKRI, Dua Napi Tak Dapat Remisi

PADANG – Disebabkan dua narapidan menolak menandatangani ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dua napi di Sumatera Barat tidak mendapatkan pengurangan hukuman atau remisi dari pemerintah pada hari Kemerdekaan Indonesia ke-74.

Padahal dua napi ini, masing-masing Ramadhan Ulhaq yang mendekam di Lapas Klas II A Padang dan Agus Setyawan di Lapas II B Pariaman, sudah waktunya diusulkan mendapatkan remisi.

“Dua narapidana kasus terorisme ini tidak diusulkan sebagai penerima remisi. Dia belum menyatakan kesetiaan kepada NKRI. Padahal sebenarnya sudah waktunya diusulkan dapat remisi,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar Sunar Agus, Sabtu (17/8/2019).

Sunar mengatakan sebagai syarat utama untuk diusulkan mendapatkan remisi adalah menyatakan ikrar setia pada NKRI. Tapi, karena kedua napi ini menolak akhirnya tidak diusulkan.

Menurut Sunar, Ramadhan Ulhaq dijatuhi hukuman lima tahun dua bulan penjara sejak 18 April 2016. Sedangkan Agus Setyawan dengan masa tahanan empat tahun sudah mendekam sejak 11 Januari 2018.

Sunar Agus menjelaskan, pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 ini, pihaknya mengusulkan sebanyak 2.956 narapidana penerima remisi. Sebanyak 25 diantaranya dinyatakan bebas langsung.

Dari 2.956 warga binaan, lanjut Sunar, di antaranya berasal dari Lapas Klas II A Padang sebanyak 637 orang, Lapas Bukittinggi 396 orang, Lapas Solok 262 orang, dan Pariaman 240 orang.

Meski demikian, menurut Sunar tidak menutup kemungkinan ada penambahan jumlah penerima. Usulan remisi sendiri ke pusat terakhir 16 Agustus 2019.

“Hingga kini, kami masih menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI untuk usulan yang terakhir,” katanya.