Curi Kotak Amal, Dewan Kehormatan PWI Sumbar Akan Cabut UKW Oknum Wartawan ‘M’

Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, segera memutuskan status keanggotaan oknum wartawan yang diduga melakukan pencurian kotak amal di masjid Baiturrahmah Aie Pacah Padang. 

Dikutip dari media online Halonusa, oknum wartawan berinisial M (46), diketahui terdaftar sebagai anggota PWI Sumbar dan berstatus wartawan muda. 

“Hari ini diputuskan dalam rapat Dewan Kehormatan,” ujar Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Sabtu (18/6/2022). 

Heranof menjelaskan, terduga pelaku pencurian itu, sebenarnya sudah lama nonaktif melaksanakan tugas jurnalistik. 

Oknum wartawan itu, katanya, sempat mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) pada tahun 2020 yang diselenggarakan PWI secara gratis. 

Namun setelah itu, oknum wartawan tersebut tidak menjalankan profesinya. Dan publik terkejut mendengar kabar oknum wartawan ini melakukan perilaku tidak terpuji. 

Heranof mengatakan, selain memiliki kode etik jurnalistik, PWI juga memiliki kode perilaku yang menilai kepantasan anggota PWI dalam kesehariannya. 

Karena itu, katanya, besar kemungkinan Dewan Kehormatan PWI akan mengusulkan pencabutan kartu sebagai anggota PWI, sekaligus mencabut kartu UKW oknum tersebut ke Dewan Pers. 

“Saya kira sudah jelas muaranya akan pencabutan kartu anggota ke PWI Pusat dan pencabutan kartu UKW ke Dewan Pers,” ungkap Heranof. 

Diketahui, seorang oknum wartawan ditangkap polisi karena kedapatan mencuri kotak amal di mesjid Baiturrahmah, Air Pacah, Kota Padang Jumat (17/7/2022) siang. 

Peristiwa itu diketahui dan dilaporkan ke polisi oleh garin masjid tersebut. Pelaku kemudian digelandang ke kantor polisi. 

“Pelaku masuk mesjid seperti jamaah biasa untuk melaksanakan salat Jum’at,” kata Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino Chaniago. 

Namun sesampainya di mesjid, kata Mardianto, pelaku mendekat ke kotak amal yang menempel ke dinding masjid. 

“Pelaku mencuri uang di kotak amal dengan menggunakan kawat yang sudah disiapkannya,” ungkapnya. 

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan aksinya tersebut berulang kali di Masjid Baiturrahmah. Ada pun total uang yang sudah diambil mencapai Rp1,5 juta.

“Perbuatannya itu dilakukan pada siang dan sore hari, alasannya kotak amal di masjid itu mudah diambil. Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya.