Agus Suardi Ajukan Diri sebagai Justice Collaborator (JC)

Padang – Agus Suardi alias Abien mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi KONI Kota Padang. Dalam perkara itu Abien telah ditetapkan sebagai tersangka.

Eks Ketua KONI Sumbar ini pun kembali menyinggung nama Gubernur Sumbar Mahyeldi dan menyebutnya terlibat, karena memerintahkan pengeluaran anggaran untuk membantu klub bola PSP Padang, di mana Mahyeldi saat itu menjadi ketua umumnya.

“Kita berharap kejaksaan dengan adanya kita berikan bukti-bukti baru, bisa memberikan JC kepada klien saya,” kata kuasa hukum Abien, Putri Deyesi Rizky, Sabtu (14/5/2022).

Yesi meminta kejaksaan memeriksa Mahyeldi yang saat itu menjadi Wali Kota Padang, sekaligus Ketua Umum PSP Padang, tujuannya agar duduk persoalan ini menjadi jelas siapa yang bertanggung jawab.

“Apakah hanya satu atau dua tiga orang saja, atau ada orang-orang lain yang seharusnya bertanggung jawab. Saya minta diperiksa Ketua PSP saat itu, Mahyeldi yang pada saat itu juga Wali Padang dan saat ini adalah Gubernur Sumatera Barat,” kata Yesi.

Yesi yang didampingi Abien memperlihatkan sejumlah disposisi surat dari Mahyeldi kepada wartawan. Abien menegaskan, Mahyeldi terlibat dalam proses mendapatkan bantuan dana hibah dari APBD Kota Padang untuk PSP Padang.

Meski sudah dilarang Mendagri melalui Permendagri Nomor 22 Tahun 2011, Mahyeldi selaku Ketua Umum PSP Padang tetap mengajukan permohonan bantuan untuk PSP Padang ke Pemko Padang, dan sebagai Wali Kota, Mahyeldi kemudian mendisposisi permohonan tersebut dengan kata “setuju dibantu” kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang.

“Supaya tidak dipangkas oleh Gubernur Sumbar, dana hibah tersebut dititipkan di KONI Kota Padang. Di anggaran KONI, tidak ada nomenklatur bantuan untuk PSP Padang,” jelas Abien.

Dijelaskan Abin, tahun 2015 sampai 2017, PSP Padang masih mendapatkan bantuan dana hibah langsung dari APBD Kota Padang, dan diterima dengan rekening PSP Padang.

Tahun 2018, PSP Padang tidak lagi mendapat bantuan dana hibah dari APBD Kota Padang. Karena banyak hutang kegiatan PSP Padang yang harus dibayar, Mahyeldi selaku Ketua Umum PSP Padang mengajukan permohonan bantuan dana hibah ke Pemkot Padang, dan Mahyeldi selaku Wali Kota Padang mendisposisi permohonan tersebut dengan kata “setuju dibantu” kepada BPKAD Kota Padang.

Nama Mahyeldi Sudah Disebut Sejak Maret

Nama Mahyeldi sendiri sudah disebut berulangkali oleh Abien. Namun hingga kini, pihak kejaksaan belum pernah memintai keterangan orang nomor satu di Sumatera Barat tersebut. Munculnya nama Mahyeldi berdasarkan keterangan tambahan Abien di Kejaksaan Negeri Padang, Selasa (22/3/2022) silam.

Abien, terjerat dugaan kasus korupsi. Kasus korupsi yang menjerat Agus Suardi adalah kasus dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 yang nilainya mencapai Rp 2,1 miliar. Dalam dana hibah tersebut, diketahui ada aliran dana untuk klub sepakbola PSP Padang sebesar Rp 500 juta.

Abien saat itu menjabat Ketua KONI Padang, merangkap Bendahara Umum PSP Padang (Persatuan Sepakbola Padang), sedangkan Mahyeldi kala itu merupakan Wali Kota Padang yang juga Ketua Umum PSP Padang.

“Saya memberikan keterangan tambahan, misalnya, selaku Bendahara Umum PSP pengalihan dana (hibah KONI Padang) itu kan dari pemerintah, saya selaku bendahara PSP dan Ketua KONI Padang, saya menjalankannya sesuai dengan perintah dari Ketua. Siapa ketua (PSP), sepertinya bapak juga tahu itu siapa,” kata Agus kepada wartawan disela pemeriksaan.