Review Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah

Shalat tarawih ini hukumnya sunnah bagi muslim lak-laki dan perempuan. Boleh dikerjakan berjamaah maupun sendiri-sendiri, namun menurut jumhur ulama lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah di masjid. 

Pada awalnya, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassallam mengerjakan shalat tarawih ini berjamaah dengan para sahabat. Akan tetapi, Rasulullah kemudian menghentikannya karena khawatir shalat tarawih dianggap wajib.

Dari Abu hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassallam menganjurkan supaya mengerjakan shalat tarawih di bulan Ramadhan namun tidak mewajibkannya. Beliau bersabda : “Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR.Muslim)

Tata Cara Sholat Tarawih

Berikut tata cara sholat tarawih di rumah :

  • Niat
  • Takbiratul ihram, dilanjutkan dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Quran
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah’
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Quran
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah’
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah’
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Tata Cara Sholat Witir

Setelah usai melaksanakan sholat tarawih, anda bisa langsung melaksanakan sholat witir. Sholat witir ini boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat lalu diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Atau boleh juga keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam. Sedangkan untuk 3 rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh dengan dua tasyahud sekali salam, atau boleh juga dengan hanya satu tasyahud di rakaat terakhir saja, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha :

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam.” (HR.An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Dan juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha :

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassallam mengerjakan sholat malam 13 rakaat, termasuk di dalamnya sholat witir lima rakaat. Beliau tidak duduk tasyahud kecuali pada rakaat yang terakhir. (HR.Bukhari dan Muslim). 

Adab Shalat Tarawih

1. Niat Ikhlas

Qiyamul Lail atau shalat tarawih yang paling disukai Allah, sehingga hendaklah bagi setiap Muslim agar mengikhlaskan niatnya dengan hanya mencari keridahaan dari Allah SWT semata. Maka dari itu, jadikan kesempatan shalat tarawih ini sebagai ajang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

2. Menggosok Gigi

Sangat disarankan bagi setiap Muslim untuk menggosok giginya dengan menggunakan siwak sebelum menunaikan shalat tarawih, sehingga kebersihan mulutnya tetap terjaga. Hal ini juga sesuai dengan sunnah dari Rasulullah SAW, dimana beliau selalu membersihkan giginya dengan siwak sebelum melaksanakan shalat malam. 

3. Memulai Dengan Dua Rakaat – Dua Rakaat

Dirikanlah shalat malam dua rakaat – dua rakaat lalu ditutup dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat dengan satu kali salam. Dalam sabda Nabi Muhammad SAW : “Shalat malam itu dua rakaat – dua rakaat, jika salah seorang kamu khawatir masuknya waktu subuh, shalatlah satu rakaat sebagai witir dari shalat malam yang telah dilakukannya” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

4. Mengakhiri Dengan Shalat Witir

Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada dua witir dalam satu malam” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I, Tirmidzi, dan Thalaq bin Ali).