Sosialisasi di Pesisir Selatan, Alirman sori : Empat Pilar kebangsaan harus Kokoh

koAnggota DPD/MPR RI, Dr. H. Alirman sori, SH. M.hum. Menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada perwakilan Organisasi Masyarakat kepemudaan Pessel, di Gedung PCC Painan, Sabtu (10/04/2021)

Acara ini di Hadiri Bupati Kabupaten Pesisir Selatan di Wakili Asisten lll, Forkopimda , Ketua DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan, Ketua FKPPI dan Ormas Pemuda Kabupaten Pesisir Selatan

Dalam sosialisasi empat pilar Alirman sori mengatakan, Indonesia adalah rumah besar yang membutuhkan 4 pilar yang kokoh yakni, Pancasila, Bhinneka tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Keempat pilar tersebut tidak boleh rapuh untuk menjaga kekuatan dan keutuhan bangsa ini.

“Dari empat pilar tersebut, tidak boleh ada satu pun yang rapuh. Semuanya harus kokoh,” ungkapnya.

Dikatakan Alirman sori, MPR sebagai rumah kebangsaan dan juga penjaga konstitusi. Salah satu tugas nya adalah terus menguatkan dan mensosialisasikan empat Pilar itu.

“Yaitu pertama Pancasila, kelima sila yang ada di Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kedua sebagai negara yang berdasarkan pada konstitusi, Undang-undang dasar 1945 harus dijadikan sebagai landasan sebagai konstitusi.

“Ketiga adalah NKRI, Indonesia yang sangat luas, terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan pulau-pulau yang harus dijaga bersama, maka sering ada istilah NKRI harga mati,”ungkapnya

“Keempat semboyan bhinneka tunggal Ika harus dijunjung tinggi sebagai pengikat dari keberagaman yang ada. Jika tidak disatukan dengan bhineka tunggal Ika maka negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya bisa bercerai berai,” ujarnya.

Berkaitan dengan UUD 1945, Alirman sori mengatakan sudah terjadi 4 kali perubahan amandemen sejak tahun 1999 hingga tahun 2002. Perubahan tersebut telah menempatkan lembaga negara posisi yang setara, tidak ada lagi lembaga tertinggi negara.

“Apa hal yang tidak boleh diubah sebagai kesepakatan politik ? Yaitu pembukaan dan mukadimah. Apa sebabnya? Karna disana ada Pancasila, ada bentuk negara, ada landasan ideologi negara serta pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” jelasnya

Perubahan terhadap UUD sehingga terakhir disebut UUD 1945 tidak boleh mengubah mukadimah dan tidak boleh mengubah bentuk negara, Indonesia ditetapkan sebagai negara kesatuan republik Indonesia yaitu NKRI.

“Amandemen UUD hanya menguatkan sistem presidensial sehingga tidak ada lagi lembaga tertinggi negara. Presiden dan wakil presiden di pilih langsung oleh rakyat tidak lagi oleh MPR,” paparnya.

Alirman sori mengajak kepada pesertauntuk memahami dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Empat pilar tersebut menjadi modal dasar membentuk generasi muda yang berkualitas dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sehingga menjadi bangsa yang tetap berdiri kokoh di tengah kebhinekaan.

“Apabila 4 konsesus ini telah diimplementasikan, Indonesia akan jadi aman, Indonesia akan jadi Indah,” tutup nya.