Pemilik dan Pengelola Homestay di Kabupaten Solok Ikuti Pelatihan

Arosuka – Sebanyak 40 orang pemilik dan pengelola homestay dari desa wisata kampung budaya Kabupaten Solok. Diikuti pelatihan tata kelola homestay, pondok wisata, dan rumah wisata Kabupaten Solok di Hotel Bumi Minang Padang dan dibuka secara resmi oleh Bupati Solok Gusmal.

Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Solok Nasripul Romika, di Arosuka, Kamis (18/9/2020) mengatakan pelatihan itu merupakan salah satu jenis pelatihan yang dilokasikan oleh Kemenparekraf RI.

“Kegiatan ini dianggap memiliki potensi untuk pengembangan mengingat homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat,” lanjutNya.

Selain itu, Kemenparekraf juga melihat indikator dari sisi kuantitas homestay yang telah ada di Kabupaten Solok dimana telah memiliki lebih dari 50 homestay sebagai salah satu persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan.

Dalam sambutannya, Gusmal menyebutkan sampai saat ini daerahnya telah memiliki 25 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di setiap nagari yang bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata di kabupaten itu.

“Selain itu Kabupaten Solok juga mempunyai 95 usaha penginapan di rumah penduduk atau homestay yang tersebar di sejumlah kampung budaya,” katanya.

Adapun kegiatan indikator pembangunan bukan fisik di sektor pariwisata, pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan empat nagari piloting kampung budaya,” tambah Gusmal.

Merujuk kepada visi pembangunan Kabupaten Solok yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 hingga 2021 yaitu perlu difokuskan pada beberapa pencapaian indikator pembangunan di sektor pariwisata yang belum optimal pengelolaannya.

Berdasarkan hal tersebut, khususnya untuk peningkatan SDM dalam menunjang pertumbuhan industri pariwisata Kabupaten Solok, maka perlu diadakan berbagai kegiatan seperti pembinaan, pelatihan, dan pengawasan.

“Peningkatan SDM khususnya bagi pengelola homestay menjadi salah satu strategi pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Solok pada 2021,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini juga muncul beberapa desa wisata atau sering disebut pariwisata pedesaan yaitu berbasis masyarakat sadar wisata semakin meningkat.

“Desa wisata ini dibentuk dengan mengedepankan kualitas masyarakat serta melibatkan masyarakat setempat dalam pengembangan mutu produk desa wisata,” ujar dia.

Ia mengatakan wisata desa dibangun dengan konsep kembali ke alam serta menawarkan kehidupan masyarakat yang lebih alami serta menampilkan kekayaan dan kebudayaan daerah setempat.

“Pengembangan program desa wisata merupakan bagian dari daya tarik yang didapatkan para wisatawan saat mengunjungi desa wisata. Semoga bisa diwujudkan di Kabupaten Solok, peningkatan SDM khususnya bagi pengelola homestay rumah wisata akan menjadi salah satu strategi pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Solok ke depannya”, tutup Gusmal.