Muhammad Nur Rais Syuriah – Taufik Pimpim Tanfidziyah PCNU Kota Pariaman 2020-2025

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengungkapkan salut dan kagum dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang lahir jauh sebelum kemerdekaan ini, yakni 31 Januari 1926, menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kota Pariaman, Sabtu (12/9/2020) malam di Hall Saiyo Sakato Kota Pariaman. Konfercab dibuka Ketua PWNU Sumbar Ganefri dan dihadiri Sekretaris PWNU Sumbar Sulaiman Tanjung, Kasi Pendis Kamenag Kota Pariaman Syaiful Azmi.

Menurut Mardison, walaupun NU organisasi Islam besar di Indonesia, namun keberadaannya di Kota Pariaman masih jauh dari harapan. Untuk itu, ke depan merupakan tanggungjawab bersama Pengurus  terpilih nantinya untuk membesarkan NU di Kota Pariaman. “Saya salut kepada PWNU Sumbar yang dipimpin Rektor Universitas Negeri Padang (UNP). Mudah-mudahan di Kota Pariaman semangat membangun NU ke depan semakin baik,” kata Mardison yang juga alumni UNP ini.

Dikatakan Mardison, ciri-ciri orang NU antara lain tidak mau menjelek-jelekkan kawan. Hal ini benar-benar mengikuti jejak Nabi Muhammad Saw. yang tidak mau menjelekkan sahabatnya. Orang NU itu jarang menentang pemerintah, tapi mau membantu pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, kami mengajak NU Kota Pariaman untuk saling bersinergi dalam berbagai program Pemerintah Kota Pariaman. Seperti saat ini Kota Pariaman sudah berada pada zona kuning dalam hal kasus terpapar virus Covid-19. Padahal sebelumnya pada zona hijau. Dengan ditemukannnya kluster baru, sehingga terjadi lonjakan kasus terpapar Covid-19,” kata Mardison.

Sampai saat ini sudah 115 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Pariaman. Kami mengajak pengurus, ulama dan warga NU Kota Pariaman melakukan sosialisasi protocol kesehatan pada masyarakat. Apalagi dengan keluarnya Pergub Sumbar terkait sanksi bagi yang tidak menggunakan masker sangat perlu disosialisasikan, tutur Mardison.

Ketua PWNU Sumbar Ganefri mengingatkan bahwa peran dan tanggungjawab NU meliputi bidang keagamaan dan kebangsaan. Di bidang keagamaan bagaimana paham Islam Ahlussunnah Waljamaah   dan tradisi para ulama terdahulu tetap berjalan dengan baik, sekaligus toleran dalam kehidupan berbangsa bernegara. Sedangkan kebangsaan selalu mendorong agar pemerintah Indonesia berjalan dengan baik dan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NU Sumbar ke depan harus berperan aktif dalam berbagai kehidupan di masyarakat. Karena itu pada kepengurusan sekarang sebelum dilaksanakan Konfercab di masing-masing kabupaten/kota, dipastikan dulu majelis wakil cabang (MWC)-nya ada yang dihasilkan dari konferensi MWC layaknya. Jika MWC-nya belum terbentuk, maka pelaksanaan Konfercab ditunda sampai terbentuk. Setelah MWC tuntas, nanti dilanjutkan dengan pembentukan ranting-ranting,” kata Ganefri yang juga Rektor UNP ini.

Konfercab NU Kota Pariaman berhasil memilih Rais Syuriah Muhammad Nur dan Ketua Tanfidziyah Taufik. Dari 6 suara yang memilih, Taufik memperoleh tiga suara dan pesaingnya Syafrizal mendapatkan dua suara. Satu suara abstain. Penyusunan kepengurusan PCNU Kota Pariaman masa khidmat 2020-2025 bakal dilakukan Tim Formatur yang terdiri Rais Syuriah terpilih Muhammad Nur (Ketua), Ketua Tanfidziyah Taufik (Sekretaris), PCNU Kota Pariaman demisioner Mardison Tuanku Simarajo, utusan MWC Idris dan perwakilan dari PWNU Sumbar. Tim Formatur diberi waktu satu minggu untuk melengkapi kepengurusan. (rel/aa)