Sosialisasikan ECHO GREEN Pada Wanita Tani & Petani Muda Ulakan Tapakis, Konsil LSM Indonesia Gandeng Pemerintah Kecamatan.

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman) – Mendorong Inisiasi Ekonomi Hijau Oleh Petani Perempuan dan Pemuda dalam Sektor Pertanian Berkelanjutan di Indonesia (ECHO-Green)” merupakan Thema dari program bersama didanai Uni Eropa. Konsorsium terlibat dalam program bersama ini Penabulu sebagai koordinator konsorsium bekerjasama dengan lembaga ICCO, Konsil LSM Indonesia dan KpSHK sebagai anggota konsorsium.

Bertempat di aula kantor Camat Ulakan Tapakis, Senin (31/8/2020) dilaksanakan  sosialisasi Program Echo Green terhadap wanita tani, petani muda dan wali nagari se Kecamatan Ulakan Tapakis sebanyak 30 orang peserta. Bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi itu, Bapak Misran Lubis selaku Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia dan Camat Ulakan Tapakis Drs. Ali Amri, MM yang sekaligus memmbuka acara.

Usai penanda tanganan berita acara dan surat dukungan program oleh Camat mewakili pemerintah dengan Lusi Anggraini wakil dari Konsil LSM Indonesia yang disaksikan oleh wali nagari. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan dialog secara daring, antara direktur eksekutif Konsil LSM Indonesia dengan para peserta sosialisasi.

Ketika ditemui usai acara, Drs. Ali Amri,MM Camat Ulakan Tapakis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Konsil LSM Indonesia berserta Tim, yang telah merancang Program yang sangat strategis untuk peningkatan wawasan para petani wanita dan petani muda di kecamatan Ulakan Tapakis.

“Semoga dengan adanya pertemuan ini, akan tercipta pemahaman dan komitmen bersama para pihak dalam implementasi pelaksanaan program ECHO Green, baik di tingkat Kecamatan maupun di nagari sebagai lokasi pelaksanaan program”. Ujar Ali Amri mengakhiri.

Lusi Anggraini selaku koordinator lapangan menjelaskan, Program ini akan dilaksanakan dalam periode tiga tahun (1 Januari 2020 – 31 Desember 2022) yang bertujuan mempromosikan inisiatif ekonomi hijau, oleh petani perempuan dan pemuda di sektor pertanian berkelanjutan dan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, keamanan pangan, peluang pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sebagai upaya mendukung pencapaian SDG2, SDG5 dan SDG8 di Indonesia.

Dalam pertemuan dilaksanakan secara daring tersebut, Misran Lubis menjelaskan

“Secara khusus, program ini akan fokus pada upaya untuk meningkatkan kolaborasi antara Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), Pemerintah dan sektor swasta. Secara efektif, program ini akan memperkuat keterlibatan petani perempuan dan pemuda dalam :

(1) perencanaan tata ruang dan penggunaan lahan. (2) meningkatkan pertanian berkelanjutan praktik di tiga kabupaten di Indonesia.

Untuk membangun pemahaman awal para pihak di Kabupaten Padang Pariaman, tentang konteks dan program ECHO GREEN. Tahapan implementasi kegiatan dan hasil yang dapat dilanjutkan bersama dalam pelaksanaan program serta dapat menjadi tindak lanjut bersama para pihak pada akhir program. Jelas Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia ini menutup pembicaraan melalui daring.

Program ECHO Green ini akan mendorong pengembangan kapasitas untuk kelompok tani perempuan dan pemuda di sektor pertanian. Yang akan bekerja di tiga kabupaten/Provinsi, yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Untuk di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, fokus lokasi program berada di 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung dan Ulakan Tapakis. (AS)