Catatan Yal Aziz: Kenapa Partai Golkar Usung Polisi Ninik Mamak Irjen Pol Fakhrizal di Pilgub Sumbar?

JIKA pertanyaan ini dilontarkan, jawaban tentu saja beragam sesuai dengan selera pilihan masyarakat. Bagi yang pro so pasti akan memuji kehebatan Irjen Polisi Fakhrizal yang maju berpasangan dengan Genius Umar, yang sekarang masih Jadi Walikota Pariaman.

Sedangkan yang bagi kontra so pasti juga akan mencemeeh dengan berbagai bahasa tak sedap didengar, seperti;”Sia anduang eeee,” atau “bingkruang abak eee.” Begitulah kira-kira cimeeh ala Piaman Laweh.

Secara fakta memang, setelah gagal melaju di jalur indepeden, pasangan Fakhrizal-Jenius Umar langsung dilirik dan merapat ke Partai Golkar, yang telah berpengalaman dikancah perpolitikan nasional.

Kemudian, dari sisi populeritas, sosok Fakhrizal dan Genius Umar sudah tak diragukan lagi. Soalnya, Fakhrizal mantan Kapolda Kalimantan Tengah (2015-2016) dan Kapolda Sumbar, (2016-2019).

Sebagai anak Ranah Minang, Irjen. Pol. Drs. H. Fakhrizal, M.Hum. lahir di Bukittinggi, 26 April 1963, adalah seorang perwira tinggi Polri, yang masih aktif.

Jika berbicara sejarah, Fakhrizal bisa dikatakan mengahabiskan masa kecilnya di Markas Yonif 133 Yudha Sakti, sebagai “anak kolong”. Orang tua laki-laki Fakhrizal bernama Sabri anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Bahkan Orang tua Fakhrizal bertugas sebagai Pembina Rohani Islam (Rohis) di Dodiklat DAM 3 17 Agustus (sekarang tempat itu dipakai Batalyon 133). Sedangkan ibunya bernama Asni. Selanjutnya, Fakhrizal kecil menghabiskan waktu selama 12 tahun di asrama Batalyon Infanteri 133, Air Tawar, Padang.

Bicara olahraga, Fakhrizal hobi bermain bola. Bahkan Fakhrizal pernah ikut seleksi skuat PSP Padang junior, klub sepak bola yang beberapa tahun nan lampau memiliki prestasi mentereng, sebelum akhirnya meredup. Keinginan Fakhrizal untuk menjadi pesepakbola profesional terkubur seiring lulusnya dia seleksi Akademi Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Selepas menuntut ilmu di SMA Negeri 2 Padang, Fakhrizal tes Akabri, dan dinyatakan bergabung dengan korps kepolisian, bukan tentara seperti bapaknya. Hanya sekali tes, dia lulus Akabri dan menempuh pendidikan kepolisian.

Lepas pendidikan pada tahun 1986, Fakhrizal ditempatkan di Polda Metro Jaya, persisnya sebagai Wapamapta Res Metro Jaksel, Polda Metro Jaya. Di awal-awal berdinas, Fakhrizal berputar-putar di Polda Metro Jaya saja.

Hingga tahun 1990, terhitung dia pernah memikul empat jabatan. Selain Wapamapta, Fakhrizal juga pernah menjadi Paur Minik Serse Res Jaksel, Kanit Resintel Res Metro Pasar Minggu dan Kanit Res Intel Metro Kebayoran Baru Polda Metro Jaya.

Fakhrizal menikah dengan Ade Fakhrizal, seorang peragawati muda yang mewakili Sumbar ke ajang Puteri Indonesia di Jakarta. Mereka menikah pada bulan Juni 1988.

Fakhrizal dikarunai empat anak. Si sulung, Alfano Ramadhan mengikuti jejaknya sebagai polisi, tiga lainnya perempuan. Julia Nofadini dan Julia Nofadina kembar, sedangkan si bungsu diberi nama Syarfina.

Jadi, jika dilirik dari napak tilas jabatan dan perjalanan karier Fakhrizal di kepolisian, ya wajar saja bila Partai Golkar melirik dan megusungnya. Apalagi Fakhrizal diberi gelar, “Kapolda Ninik Mamak” ketika menjadi Kapolda Sumbar, tiga tahun, 2016-2019. Lantas, apakah Fakhrizal bisa menggapai impiannya Menjadi Guberur Sumbar? Jawabannya,” ANTALAH.YUANG.”