Catatan Hendra: Emas Hitam Dalam Pusaran Lingkaran Hitam 

KASUS kematian akibat kecelakan tambang sudah sering dan bahkan sudah berulang – ulang kali terjadi. Bagaimana  kronologis kejadian? Siapa pihak  bertanggung jawab atas kecelakan itu sudah tidak menarik. Sebab ujungnya sudah bisa ditebak.

 

Ada istilah mengatakan, Batubara, “barang tuan bagi rata,” begitu kata orang!

 

Perburuan emas hitam di perut bumi terus saja memakan korban. Operasi produksi tambang belum dilengkapi peralatan standar keamanan dan disiplin  mematuhi SOP tambang dalam.  Lemahnya SDM masih sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tambang.

 

Ada banyak kasus dan peristiwa kecelakan tambang, seperti tertimpa runtuhan, kekurangan oksigen hingga luka bakar akibat ledakan tambang. Nyawa kuli tambang bak seekor ayam saja. Resiko tak sebanding dengan upah yang diharapkan. Nyawa adalah taruhannya.

 

Namun sungguh ironi! Disanalah tempat ribuan pekerja tambang dari berbagai daerah bekerja menafkahi keluarganya. Pertambangan penggerak ekonomi, penggerak pembangkit listrik nasional.

 

Meski banyak kasus kematian pekerja  tambang hilang dan tenggelam, namun ada satu  yang tak pernah mati. Izin Usaha Produksi ( IUP) tak pernah mati, bahkan ada dugaan operasi produksi diluar IUP dan tanpa Ijin Usaha Jasa Produksi (IUJP) serta dugaan mencaplok kawasan hutan produksi negara.

 

Belum lagi dugaan pemakaian BBM ilegal, kerusakan lingkungan, masalah kurang bayar pajak royalti dan jaminan reklamasi tambang yang belum terselesaikan.

 

Ini adalah dosa. Negara seolah tak berdaya. Bukankah atas nama bangsa dan negara keselamatan jiwa dan keamanan rakyat diatas segalanya?. (penulis wartawan tabloidbijak.com)