Eko : Bonsai Tanam Hias Unik Mempunyai Nilai Seni Tinggi

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)— Salah satu tanaman hias paling populer diantara sekian banyak jenis tanaman hias jenis tanaman hias bonsai.

Bonsai jenis tanaman atau pohon dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan untuk  membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

“Bonsai merupakan tanaman hias berukuran kerdil dan mempunyai nilai seni tinggi, karena bentuk dari bonsai itu sendiri unik, baik itu dalam proses pembuatan dan bentuknya”, sebut Eko dalam wawancara dengan Tim Peliput MCP Kota Pariaman, Senin (10/8/2020).

Menurut Eko (34) seorang pecinta bonsai, “Keindahan bonsai itu bisa dilihat dari dahan, ranting, daun dan akar pohonnya, dan juga pot yang digunakan sebagai media tanamnya. Selain itu bonsai akan indah juga dilihat dari segi perawatannya, jika perawatannya dilakukan dengan telaten maka bonsai yang telah terbentuk tadi akan tampak semakin indah dan bernilai jual tinggi.

Eko adalah seorang pecinta dan  pengusaha tanaman hias bonsai merantau ke Pariaman. Saat ini Eko tinggal di Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman, dan berjualan serta membuat bonsai miliknya menumpang di salah  satu rumah makan di dekat Talao Pauah Kota Pariaman.

“Saya belajar membentuk dan merawat bonsai ini ketika saya tinggal di Bali. Berawal dari kecintaan saya terhadap tanaman kerdil ini, yang saya rasa bisa menenangkan jiwa ketika melihatnya. Apalagi bonsai yang kita lihat itu adalah dari hasil karya kita sendiri dalam membentuknya”, ujar Eko.

Untuk kota pariaman sendiri, sudah ada sekitar 10 orang pecinta bonsai, dan itu belum dibentuk dalam satu komunitas. Maunya saya dengan pecinta bonsai yang ada di Kota Pariaman, kita mau membuat semacam ivent tahunan bonsai yang akan menjadi salah satu icon juga dari kota pariaman, dengan segala macam jenis tanaman yang ada disini yang bisa dibentuk menjadi bonsai.

“Tapi kendalanya, disini kami belum punya tempat terbuka yang luas untuk bisa dijadikan sebagai tempat pembentukan dan memamerkan bonsai yang ada, agar bisa dilihat oleh masyarakat luas. Dengan adanya tempat untuk pengembangan bonsai ini saya yakin masyarakat akan mulai mencintai jenis tanaman hias ini, dan sekaligus bisa mereka pelajari karena bonsai ini mempunyai nilai jual yang tinggi”, terangnya.

Disini saya menjual bonsai mulai dari harga 300 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah. Dan Pot yang saya gunakan untuk media tanamnya saya buat sendiri yang meyerupai batu karang.

Sebagai pecinta bonsai saya ingin, pemerintah kota pariaman mau memfasilitasi tempat yang agak luas bagi kami untuk menanam dan membentuk bonsai itu sendiri, dan juga meresmikan komunitas bonsai yang ada di Kota Pariaman. Dan juga saya ingin ada ivent tahunan bonsai yang digelar di kota pariaman ini, karena pariaman merupakan daerah tujuan wisata.

Semoga harapan kami ini para pecinta bonsai bisa jadi perhatian pemerintah kota pariaman, dan tanaman hias bonsai biar bisa dimasukan sebagai event tahunan dalam kalender wisata kota pariaman. Dengan begitu kita bisa mengundang komunitas-komunitas lainnya untuk ikut berkompetisi dalam event tersebut. (Desi)