Bawaslu Sawahlunto Himbau Masyarakat Laporkan Pelanggaran Pilkada

TABLOIDBIJAK.COM Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sawahlunto sosialisasi tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2020 bersama rekan-rekan media di kantor sekretariat Bawaslu, Selasa (11/8/2020).

Ketua Bawaslu Kota Sawahlunto Dwi Murini mengatakan kepada awak media, dalam pengawasan pihaknya mengawasi secara langsung dan melekat kepada jajaran KPU pada saat melaksanakan Coklit (Pencocokan dan Penelitian).

“Diperlukan strategi yang mumpuni untuk mengawal terjadinya pencocokan dan penelitian oleh penyelenggara KPU. Itu kami lakukan dalam bentuk nanti sudah berlangsung, walaupun ini diakhir kita sudah memasukkan rekomendasi kepada KPU. Mudah-mudahan hari ini KPU sudah menurunkan kembali perkuat jajaran Bawaslu untuk memperbaiki pencocokan dan penelitian,” imbuhnya.

Kemudian, kata Dwi Murini, strategi lainnya adalah berkoordinasi dengan jajaran KPU karena pengawasan tidak mungkin dilakukan secara mutlak, makanya koordinasi sangat penting.

“Jadi dengan koordinasi melalui formalitas surat menyurat telah menyampaikan kepada KPU saran perbaikan. Kami juga mensupport kepada KPU agar dapat menyelesaikan perbaikan sampai nanti dimasa ‘injury time’,” sambungnya.

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Fira Hericel menyampaikan syarat dukungan calon perseorangan yang diserahkan bakal pasangan calon untuk tingkat Kota Sawahlunto yang akan diverifikasi faktualkan berjumlah 2.467 dukungan.

“Verifikasi faktual sendiri dilakukan pada tanggal 27 Juni 2020 sampai dengan 10 Juli 2020 dengan metode pengawasan yang digunakan Bawaslu adalah ‘Pengawasan Langsung’ terhadap 2.467 dukungan yang difaktualkan oleh PPS,” sebutnya.

Sedangkan untuk jumlah yang Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 617, Tidak Memenuhi Syarat (TMS) 542 dan jumlah yang tidak dapat ditemui sebanyak 1.304 update data 11 Juli 2020.

“Hasil verifikasi faktual yang ditetapkan KPU Kota Sawahlunto (Model Ba.7-KWK), jumlah pendukung bakal pasangan calon perseorangan yang memenuhi syarat berdasarkan hasil penelitian faktual PPS berjumlah 612,” terangnya.

Pengawasan pencocokan dan penelitian data pemilih (Coklit) sesuai tahapan KPU bahwasanya Coklit dilakukan pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.

Pada pengawasan Coklit kali ini pengawas terkendala dengan tidak lagi dibekali dengan data pemilih atau A.KWK seperti PPDP miliki dan jumlah jajaran pengawas yang tidak dapat mengimbangi jumlah PPDP sehingga pengawasan dilakukan dengan dua metode yaitu Pengawasan Langsung dan Audit Sampling.

Bawaslu Kota Sawahlunto telah melakukan audit dan didapatkan hasil pengawasan atau temuan sebanyak 459 yang didominasi A.A.2-KWK ditulis menggunakan pena biasa 207 kasus, A.A.2-KWK tidak lengkap 72 kasus, A.A.2-KWK lepas dan hilang 49 kasus dan lain sebagainya.

“Kepada wartawan diharapkan agar dapat mendorong masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran kepada Bawaslu Kota Sawahlunto,” pesannya kemudian. (swl01)