Test Swab Covid 19 Para Guru di Sawahlunto Semuanya Negatif

TABLOIDBIJAK.COM ( Sawahlunto) Setelah dilakukan test SWAB tahap pertama, terhadap 348 orang tenaga pendidik SLTP dan SLTA se Kota Sawahlunto minggu lalu, hasilnya dinyatakan Negatif Covid-19 oleh Labor Fakultas Kedokteran UNAND, pimpinan Dokter Andani. Hal ini diungkapkan oleh Asril, Kadis Pendidikan Kota Sawahlunto, Selasa siang (14/7) di kantornya.

Kita ketahui dari hasil test ini, menjadi salah satu indikator untuk dibolehkannya proses belajar tatap muka berlangsung di sekolah-sekolah. Sawahlunto adalah satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang telah melakukan Test SWAB terhadap guru-guru sebelum proses belajar dimulai.

Untuk itu, Pemko akan melakukan test SWAB tahap dua (2) yang diprioritaskan bagi guru-guru yang bermukim di luar Sawahlunto serta para guru yang belum melakukan Test SWAB. Berikutnya, ditujukan bagi tenaga Tata Usaha Sekolah dan tenaga yang melakukan kontak rutin dengan pihak sekolah.

Test SWAB tahap dua (2) akan dilaksanakan Kamis besok (16/7) di OMTC, Sungai Durian Kota Sawahlunto.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta SH pada Rabu (15/7) menyatakan bahwa, Test SWAB massal yang telah dilakukan Sawahlunto sudah mencapai 2000 sampel, dengan dukungan dari oihak Fakultas Unand Padang dan Pemerintah Provinsi Sumbar.

Sementara itu, Yasril Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto mengungkapkan, bahwa dalam penanganan Covid-19 Pemko Sawahlunto betul betul sangat serius, namun tetap memoertimbangkan dan memperhatikan efisiensi keuangan Daerah.

“Kita tetap mengusahakan penghematan menghindari pemborosan, karena itu Sawahlunto tidak mengadakan pembelian alat Rapid Test tetapi memilih SWAB, yang hasilnya jauh lebih akurat dan efisien dalam anggaran,” urai Kadis Yasril menambahkan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), Sawahlunto memanfaatkan dana DAK pusat serta bantuan dari DPRD, CSR perusahaan serta para donatur yang tidak mengikat lainnya.

Karenanya, kita samua berharap agar Sawahlunto tetap bisa terus bertahan, pada Zona Hijau sehingga Dana daerah yang dianggarkan untuk penanganan Covid-19, tidak terserap seluruhnya.

“Dengan efisiensi anggaran penanganan Covid-19 ini, salah satu keuntungannya bagi Sawahlunto adalah dapat membayarkan kenaikan premi BPJS sampai Desember 2020, yang diperkirakan mencapai angka Rp 2,9 Milyar,” pungkas Yasril menguraikan.

Untuk itu, tugas kita bersama adalah mempertahankan Sawahlunto agar tetap pada Zona Hijau. jangan sampai terjadi, setelah sekolah dibuka, justru terpaksa ditutup kembali. Karenanya, meski kita Zona hijau janganlah kita jadi lengah serta lalai. Semua kita wajib patuh dan taat serta lakukan disiplin, secara ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.