Polisi Selidiki Kasus Korupsi Bumdes Kumbayau

TABLOIDBIJAK.COM ( Sawahlunto) Polisi Polres Sawahlunto menyelidiki unsur dugaan pidana korupsi di Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes) Kumbayau Maju Bersama (KMB), Desa Kumbayau, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

Kasat Reskrim Polres Sawahlunto, IPTU Roy Sinurat, Senin (13/7) mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan keterangan pers karena proses penyelidikan masih tengah berlangsung.

” Kasus belum bisa diungkap, besok, selesai penyelidikan, baru dipanggil kawan kawan wartawan, ” ujar Roy Sinurat

Polisi telah memeriksa terlapor dan saksi saksi dalam kasus dugaan pidana penggelapan dan penipuan di Bumdes Kumbayau Maju Bersama

Polisi memeriksa dokumen terkait bidang bidang usaha dan jasa yang dikelola oleh Bumdes KMB, diantaranya dokumen di bidang usaha perdagangan ekspor biji pinang ke luar negeri/India.

Kasus ini mulai terkuak pada tanggal 3 Maret 2020. Sejumlah warga Desa Kumbayau mendatangi Polres Sawahlunto untuk menempuh jalur hukum terkait dugaan penggelapan uang simpanan masyarakat di Bumdes Kumbayau Maju Bersama.

Dalam surat pernyataan yang ditanda tangani sekitar 59 warga Desa Kumbayau menyebutkan, uang simpanan warga di Bumdes itu tidak dapat di kembalikan pihak pengurus. Proses mediasi telah pernah dilakukan melibatkan aparatur desa, LPM dan BPD Desa Kumbayau namun menemukan jalan buntu.

Dikutip dari media Fajar Sumbar.com Ketua Forum BUMDes Sumatera Barat F. Ferdi Datuk Dinagari yang juga selaku Direktur BUMDes Kumbayau Maju Bersama (KMB), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dilaporkan warga Desa Kumbayau ke Polres Sawahlunto, Selasa (24/3/2020).

Dalam laporan warga Desa Kumbayau tersebut anak usaha BUMDes KMB salah satunya Bank Desa yang menyimpan uang nasabah warga Sawahlunto bahkan sampai ke daerah tetangga Kabupaten Tanah Datar dengan total sekitar Rp734 juta tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Direktur BUMDes KMB.

Manager Bank Desa Resma Yunita didampingi Ketua LPM Yanrizal, Ketua BPD Zulfitri (Cut), Ketua Karang Taruna Sahdi Herman dan seorang Nasabah warga Desa Kumbayau Hasan yang menyimpan uangnya senilai Rp3,5 juta melaporkan Direktur BUMDes KMB Ferdi atas dugaan manipulasi data laporan keuangan BUMDes serta ketidak kejelasan tabungan masyarakat yang tersimpan di Bank Desa tersebut.

Resma menjelaskan kalau keadaan keuangan BUMDES kosong melompong dan tidak bisa mengembalikan uang nasabah, jadi jangankan uang Penyertaan Modal Desa, uang tabungan dan investasi masyarakat saja kami tak sanggup mengembalikan karena uang itu tidak ada lagi. Entah kemana perginya.

“Yang jelas uang tersebut ada di Dirut BUMDes (Ferdi) bukan di BUMDes’’, ungkap Resma di Polres Sawahlunto kepada fajarsumbar.com.

Salah satu nasabah warga Desa Salak, Kecamatan Talawi Asrinawati mengatakan bahwa, ia menyimpan uang sebanyak Rp4,8 juta tidak dapat ditarik karena tidak ada uang di unit usaha tersebut.

“Saya tanyakan pada yang biasa kutip tabungan, katanya Direktur BUMDes kami kabur”, akunya saat menirukan ucapannya kepada pengutip tabungan.

Tak puas atas jawaban tersebut, Asrinawati mendatangi kantor Bank Desa tersebut di Terminal Bus Talawi namun kantor dalam keadaan tutup. Setelah itu ia mendatangi Kantor Desa Kumbayau untuk menanyakan kejelasan atas tabungannya yang disimpan di Bank Desa tersebut.

“Saat itu saya tanyakan ke sekretaris desa (Sekdes Kumbayau Salman Alfarizi), namun ia menjawab itu bukan urusan kami”, imbuhnya kesal saat menceritakan kejadian tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Kumbayau Ali Amran selaku komisaris mengatakan bahwa memang ada warganya yang melaporkan ke Polres Sawahlunto terkait pertanggungjawaban keuangan BUMDes KMB, ia mendukung kasus tersebut agar ada kejelasan siapa saja yang terlibat didalamnya.

“Statusnya kan sudah dilaporkan. Tentunya kita proses siapa saja yang terkait disini”, ujarnya kepada fajarsumbar.com yang juga menanyakan siapa Pimpred media tersebut.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur melalui Kasat Reskrim Julkipli Ritonga membenarkan adanya laporan warga Desa Kumbayau ke Polres Sawahlunto terhadap Direktur BUMDes KMB Ferdi.

“Laporan ini akan kami pelajari dulu, terkait dokumen-dokumen BUMDes tentu akan kami periksa”, imbuhnya menyampaikan.

Hingga berita ini diturunkan Direktur BUMDes KMB Ferdi tidak dapat dihubungi karena nomornya tak aktif saat di konfirmasi, (24/3/2020) pukul 13.18 WIB. (dor)