Wakil Rektor II UNP Syahril Mulai Bosan, Gatot Teja Tidak Mau Bicara Tentang Sertifikat Tarok City

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Universitas Negeri Padang (UNP) terkesan sudah pasrah dan mulai patah semangat, dalam mengurus sertifikat tanahnya  di Tarok City Kabupaten Padang Pariaman, seluas 100 hektar itu.

Buktinya, Wakil Rektor II UNP Ir.Syahril, M.Si, Ph.D yang dihubungi beberapa kali tidak ada memberikan jawaban sama sekali. Terakhir dihubungi, Selasa (7/7/2020). Sudah tiga kali berita diterbitkan, hanya satu kali dia berkomentar. “Mantap dan makin panas pak. Tapi belum ada pernyataan dari BPN,” ujar Syahril..

Pasalnya, Tahun 2019 UNP sudah mendapatkan dana dari ADB untuk membangun sebesar 1,6 trilun dan ditambah dana pendamping dari UNP 200 miliar rupiah. Sesuai rencana awal, UNP akan membangu mesjid megah di Tarok City dengan nilai ratusan juta rupiah.

Menurut Syahril saat pertemuan dahulu. Apabila Tarok City dapat dibangun Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kata Syahril, Tarok City, bisa disebut dengan Bogor kedua Indonesia. Wajar saja pihak UNP merasa putusa sudah 5 tahun berurusan di BPN Padang Pariaman, belum juga jelas ujung pangkalnya.

Kepala BPN Padang Pariaman Gatot Teja, yang dihubungi melalui pesan pada WahtsAppnya, juga tidak memberikan jawaban. Begitu pula dengan Anggota Dewan Harmadian, sudah tidak mau lagi menanggapi berita yang sudh diterbitkan. Harmadian juga terkesan sudah kecapean kayaknya, dalam membela Kepala BPN Gatot Teja.

Termasuk Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Arwinsyah yang coba dihubungi melalui pesan pada WahtsApp nya, tidak memberikan jawaban sama sekali.Nampaknya, sudah banyak yang tidak begitu peduli dengan Tarok City lagi.

Pakar Hukum Muda Ferry Indira Nugrah, SH  mengatakan, berurusan dengan BPN harus perbanyak sabar. Kalau tidak bisa galau dibuatnya. “Bayangkan, sudah 5 tahun berurusan tidak jelas ujung pangkalnya. Pada hal ASN itu dalam sumpah jabatannya untuk melayani masyarakat,” ucap anak muda ini, sambil galak terkekeh. (aa)