Nur Anita Rahmawati Pembangunan Jalan Tol Sumbar Riau, Untungkan Semen Padang

TABLOIDBIJAK.COM (Padang)— Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati, mengatakan, program pembangunan jalan tol Sumbar-Riau, merupakan untuk percepatan arus lalintas orang dan barang. PT. Semen Padang tentu sangat mendukung adanya pembangunan jalan tol Sumbar-Riau.

Demikian disampaikan Nur Anita Rahmawati, dalam bincang-bincang di ruang kerjanya, Senin (156/2020) didampingi stafnya, Hardi dan Oktaveri.

Dikatakan, dengan kondisi jalan seperti sekarang pendistribusian Semen Padang untuk Riau Daratan, selama tahun 2019, (39.684) Trip dengan jarak tempuh 7-8 jam. Disamping jalan sempit juga banyak belokan dan sering terjadi kemacetan.

Tetapi kalau jalan tol Sumbar-Riau selesai dan sipa untuk dioperasikan, pasti akan dapat menambah pendistribusian Semen Padang untuk daerah Riau daratan, karena dengan jalan tol, bisa ditempuh 3 jam.

“Pasti pendistribusian Semen Padang untuk Riau daratan, akan meningkat 3 kali lipat dari skeang,” tutur Nur Anita lagi.

Dejelaskan,Semen Padang tidak hanya memikirkan bisnis semata, Namun ada nilai-nilai lainnya yang perlu dipertimbangkan. Sopir truk sebagai pahlawan dalam pendistribusian bisa lebih cepat sampai. Mereka bisa berkumpul dengan keluarga di rumah.

“Pembangunan itu tidak hanya menjual semen bagi kami. Bayangkan betapa sulitnya medan yang mereka tempuh selama ini, karena itu kami berharap tol Padang-Pekanbaru bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan, jalan tol Sumbar-Riau bagaikan angin segar  bagi PT Semen Padang. Kenapa tidak, selain penggunaan semen sebagai material jaln  tol , jalan bebas hambatan iniakan menjadi memperlancar distribusi semen ke wilayah timur Sumbar (Pekanbaru, Riau dan Dumai).

“Tidak hanya itu manfaat lain dari jalan tol Sumbar Riau, bisa meningkatkan kapasitas angkutan seme,” tukuk perempuan suka bergurau ini.

Menurut Nur Anita, manfaat jalan tol bisa mengurangi resiko kecelakaan dalam pendistribusian. Sebab medan yang ditempuh sopir truk selama ini cukup membahayakan.

Dijelaskannya, dari hasil produksi, 64 persen pendistribusian semen dilakukan melalui darat selebihnya jalur laut. Untuk menembus pasar yang ada di timur Sumbar melewati bukit barisan menembus jalan berkelok, jurang dan tanjakan.

“Waktu tempuh dan resiko kecelakaan sangat tinggi. Tentu dengan adanya jalan tol persoalan ini bisa terurai,” katanya. (aa)