Maymusfi Calon Bupati Padang Pariaman Angkat Bicara Tentang Jalan Tol Sumbar-Riau

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Lagi, angkat  bicara soal jalan tol Sumbar-Riau, Maymusfi, SE, MM, Balon Bupati Padang Pariaman, periode 2021-2026. Purnawirawan polisi, putra Kampung Dalam, mengatakan, prinsinya, secara pribadi sangat setuju adanya pembangunan jalan tol Sumbar-Riau tersebut.

Hal itu disampaikan, Maymusfi, ketika diminta komentarnya, Sabtu (6/6/2020) melalui pesan di WashtApp nya. Laki-laki yang akrab disapa dengan Epi Karuik, ini dalam kesehariannya suk ceria dan gembira dalam kehidupannya.

Walapun suka gembira dan ceria, tapi serius dan dispilin. Bagi Epi Karuik, tidak ada hari tanpa berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Apabila kita sama duduk di warung atau di rumah makan,pantang dia tidak membayarkan, makan temannya tersebut.

Menurut Epi, kalau untuk kemajuankampuang, apabila sesuai sama SOP nya, kita wajib berikan sport. Dengan catatan kepada pihak pemerintah yang bertanggung jawab sebagai pembebasan lahan, jalan tol, jangan ada masyarakat dirugikan.

“Apabila ada masyarakat yang dirugikan, Epi Karuik, siap membela masyarakat tersebut. Karena membela rakyat lemah itu sudah merupakan kewajiban, bagi kita,” ujar Epi lagi.

Begitu juga dengan ppihak pelaksana pekerjaan jalan tol, PT. Hutama Karya dan Hutama Karya Indonesia (HKI) berpandai-pandailah dengan masyarakat dan pemuda daerah setempat, agar pekerjaan tidak ada gangguan di lapangan dan lalui semua aturan dan peraturan negeri masing-masing.

Ketua Persatuan Olah raga Buru Babi (PORBI) Kabupaten Padang Pariaman ini, ketika ditanya dengan siapa dia berpsangan dalam mencalonkan diri maju menjadi Calon Bupati Padang Pariaman, katanya berjanji dulu dalam satu minggu ini. “Inshaa Allah, sehabis minggu ini “ambo agiah,” tuturnya.

Epi Karuik, termasuk personil pengurus Yayasan Al-Aziz Kampung Dalam ini, tujuannya maju menjadi Bupati Padang Pariaman, bukan untuk mencari gagahan. Tetapi kepingin membangun Padang Pariaman, lebih  baik lagi dan trans paran.

“Saya sangat merasa prihatin dan menangis masih ada masyarakat Padang Pariaman yang tinggal digubuk reyot, kadang makan kadang tidak. Sebagai pemimpin, tentu merupakan program utama mensejahterakan masyarakat.

Kata laki-laki yang juga olahraga tenis lapangan ini, menegaskan, masyarakat kito kalo lah jadi dan berhasil baru taraso ,,nilainyo. Kini kan tumpang tindih dek masalah ganti rugi tanah “jenyeh” dampak positifnya kan untuk antisipasi kemacetan kemudian mempercepat hubungan antar propinsi antaro Sumbar-sama Provinsi Riau, teutama Kota  Pakan Baru.

“Saya yakin, apabila jalan tol sudah selesai, perantau pekanbaru, sebagian besar warga Padang Pariaman dan Kota Pariaman, akan pulang kampung setiap minggu, sambil berlibur dan melihat rumah orangnya,” tukuk Epi Karuik mengakhiri pembicaraannya. (aa)