Dokter Zunirman Calon Bupati Padang Pariaman Angkat Bicara Tentang Jalan Tol Sumbar-Riau

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Masih Calon Bupati Padang Pariaman, dr. H. Zunirman, angkat bicara tentang pembangunan jalan tol Sumbar-Riau yang pekerjaanya di mulai di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, sejak, 2,5 tahun belakang. Namunpekerjaan belum selesai sampai pada Penlok satu, kilo meter 0-4,6.

Zunirman, mengungkap hal itu, ketika bincang dengan dia Jum’at (5/6/2020) melelaui video col androidnya. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman ini,  mengaku risih dan prihatin, melihat terseot-seotnya, pembangunan jalan tol Sumbar-Riau di Padang Pariaman.

“Saya juga tidak habis pikir, ada apa sih, sebenarnya yang terjadi dilapangan dalam pembebasan lahan masyarakat oleh pihak Satgas A dan B yang ditunjuk sebagai pelaksana pembebasan tanah jalan tol tersebut,” ujar laki-laki yang punya hidup disiplin dan jujur serta taat ibah ini.

Putra V Koto Kampung Dalam, kelahiran, 10 Maret 1965 ini, mengaku juga punya niat untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Padang Pariaman, dan direncanakan berpasangan dengan putra, VII Koto lamo.

Bagi Zunirman, tidak harus menjadi bupati dan bisa juga menjadi wakil bupati, tergantung komitmen denganpasangan nantinya. Zunirman, mengaku sudah menemukan orangnya, tetapi belum ada pembicaraan. Trtapi kayak orang mencari jodoh, secara tidak langusng kata Zunirman, hati sudah mulai terpikat dengan putra VII Koto.

Menurut laki-laki yang suka blak-blakan dalam bicara inni, menghimbau masyaraat yang tanahnya terkena imbas pembangunan jalan tol Sumbar-Riau, agar mendukung pebangunan jln tol Sumbar-Riau, krenma ada  beberapa dampak keuntungan dari jalan tol tersebut.

Zunirman yang sejak masukpensiun dari ASN, ditunjuk oleh Menteri Kesehatan RI sebagai Tim Penilai akreditasi Puskes di seluruh Indonesia. Kata Zunirman, mengurai kemacetan jalur yang ada sekarang Padang –Bukittinngi tinggai Payakumbuh dan Pekan Baru . Apalagi di hari hari tertentu….

Labih jauh dituturkan alumni Fakultas Kedokteran Unand Padang Tahun 1995 tujuan dari pembangunan jalan tol itu, untuk  mengurai  mengurangi waktu tempuh dan biaya hemat BBM dan  perjalanan.

Disamping itu, juga bisa mciptakn titik baru pertumbuhan ekomomi di daerah daerah Rest Area yang bisa menampung hasil hasil UMKM masyarakat.Sebagian  besar pedagang Pekan Baru itu berbelanja ke Bukit Tinggi.Jadi sesemakin  mudah dan lancar transportasinya….di samping multipel efec lainya.

“Yang  perlu di ingat…jalan tol tersebut tidak akan mematikan jalan yang sudah ada sekarang.Karena belum tentu semua yang memanfatkn jalan yang ada selama ini berpindah ke jalan tol.. Namun Pemerintah tgsnya memfasilitasi fasiltas umun dengan berbagai alternatif. Silahkn masyarakat  memilih dan memanfaatkn nya sesuai kebutuhan.,” tukuk Tim Surveior Nasional Untuk Akreditasi FKTP 2016-Sekarang. Seharus kita berterima kasih dan bersyukur  kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada  pemerintah, trrutama Presiden RI Jokwi Dodo. (aa)