Pastikan Sawahlunto Bebas Covid 19 1600 Orang Uji Sampel Swab Test

TABLOIDBIJAK.COM (Sawahlunto) Apakah Sawahlunto benar benar negatif Covid 19? Hal itu perlu pembuktian dengan hasil uji swab massal. Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi dan kondisi ,dimana kota Sawahlunto masih dinyatakan Zona Hijau, Walikota  Deri Asta,SH memutuskan untuk melakukan Swab Test secara massal, awalnya hanya untuk 500 sampel, sekarang dinaikan jadi 1600 orang yang akan diambil sample swabnya.

Hal ini disampaikan Deri Asta kepada awak media yang hadir, disela- sela kegiatan pengambilan sampel swab dirinya, Minggu,17/5/20 di halaman parkir Gedung OMTC Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Sungai Durian

Walikota Sawahlunto Deri Asta ikut menjadi relawan yang diambil sampel swabnya.

“Ini gunanya juga untuk memotivasi warga masyarakat, tidak perlu takut untuk melakukan Swab Test, apalagi semua biayanya ditanggung oleh pemko.” ujar Deri

Mudah-mudahan dari 1.600 sampel ini hasilnya  negative virus corona disease atau Covid-19. Kalau hasilnya negatif, pelaksanaan Shalat Idulfitri 1 Syawal 1441 H di Lapangan dan di Masjid, bisa diselenggarakan dengan tetap mengacu serta mempedomani protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Deri Asta.

Sebelumnya Pemko Sawahlunto sudah mengizinkan beberapa Masjid untuk menyelenggarakan shalat Jum’at, tapi belum mengizinkan untuk melakukan ibadah sunah yang lain,seperti tablikh akbar, shalat tarawih di Masjid.

Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara Forkompinda, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga kearifan lokal masyarakat Kota Sawahlunto.

Dalam Video Confrence hari Kamis,14/5/20 yang juga diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemko Sawahlunto.

Irwan menilai Sawahlunto sudah sampai pada penerapan kearifan lokal itu sehingga bisa mengizinkan 80 persen masjid menggelar salat jumat berjamaah, meski tetap sesuai dengan prosedur kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan bawa sajadah sendiri dari rumah.

“Masjid yang 20 persen lagi adalah yang berada di lintas Sumatera, di jalan raya. Mereka masih belum berani, karena daerah perlintasan. Kesadaran itu juga patut diapresiasi,” ujar Irwan Prayitno