Mosi Tidak Percaya, Direktur RSUD Sawahlunto Ardianof Mengundurkan Diri

TABLOIDBIJAK.COM ( Sawahlunto)——dr Ardianof Sp. P mundur dari jabatannya sebagai direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto. Dokter spesialis paru di RSUD Sawahlunto itu meletakan jabatannya akibat adanya desakan mosi tidak percaya pegawai RSUD terhadap dirinya sebagai direktur dan Kabag Tata Usaha Ema Sayuti.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, Ardianof diketahui memegang jabatan rangkap. Selain menjabat direktur, ia tetap berpraktek sebagai dokter spesialis di RSUD Sawahlunto. Dengan rangkap jabatan itu, Ardianof diduga menerima dua sumber pendapatan yaitu sebagai direktur RSUD dan sebagai dokter spesialis paru.

Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pegawai RSUD sebanyak 20 persen tahun ini telah menimbulkan gejolak dan rasa ketidakadilan. Adanya disparitas penerimaan tunjangan jasa pelayanan medis diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya aksi demo pegawai RSUD belakangan ini.

Pemotongan TPP sangat dirasakan imbasnya khususnya oleh tenaga medis fungsional rumah sakit. Sementara tunjangan dokter spesialis bertambah dengan adanya tunjangan referal dari Puskesmas.

Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sawahlunto Guspriadi ketika dikonfirmasi membenarkan kabar mundurnya Ardianof sebagai direktur RSUD Sawahlunto.

Dikatakan Guspriadi, Walikota telah meminta Ardianof untuk tidak mundur dan tetap menjabat sampai ada penggantinya. Namun, sejak menyatakan mundur, Ardianof dilaporkan sudah tidak masuk kantor lagi. Bahkan, Ardianof sulit dihubungi sejak pengunduran dirinya

Ardianof diminta agar tetap bekerja sebagai dokter spesialis di poli paru RSUD Sawahlunto dan tetap membantu tugas tugas pelayanan administrasi rumah sakit sampai adanya pejabat direktur yang baru sehingga tidak mengganggu pelayanan medis kepada masyarakat.

” Saya sudah dipanggil Bapak Walikota pagi tadi, terkait mundurnya Ardianof. Walikota meminta beliau untuk tidak mundur sampai adanya direktur baru,” kata Guspriadi, Sabtu (14/3)

Menurut informasi pihak rumah sakit, Ardianof masih tetap datang dan bekerja sebagai dokter spesialis di poli paru RSUD Sawahlunto, namun ia tidak pernah lagi masuk ke ruangan direktur dalam beberapa hari terakhir.

“Saya sudah beberapa kali mencoba menelpon beliau tidak pernah diangkat,” tambah Guspriadi

Ardianof ketika dihubungi awak media ini belum memberikan keterangan terkait pengunduran dirinya. Beberapa kali awak media ini mencoba menghubunginya lewat sambungan telephon maupun pesan what’s up belum mendapat respon.

Sebelumnya, Pegawai di RSUD Kota Sawahlunto telah melayangkan surat mosi tak percaya terhadap direktur RSUD Ardianof. Alasan mosi tidak percaya antara lain  karena situasi dan kinerja rumah sakit dirasakan sudah tidak kondusif. Selain itu, Pimpinan di RSUD dinilai otoriter dalam mengambil kebijakan

Surat mosi tak percaya itu ditujukan kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta dan ditandatangani sekitar dua ratusan pegawai.

RSUD Sawahlunto merupakan rumah sakit Tipe C dan sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jabatan Direktur merupakan jabatan setingkat pejabat Eselon 3a. Proses pergantian pejabat direktur dikatakan Guspriadi tidak melalui proses lelang jabatan, sehingga dapat ditunjuk langsung oleh Walikota sesuai peraturan dan perundang-undangan.