Lagi, Kepala BPKD Padang Pariaman Mengundurkan Diri, Rudi Rahmad Tinggalkan Kuri Jabatan Alasan Sakit

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Tidak ada badai dan tidak ada angin. Diluar dugaan sama sekali, Kelapa Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rahmad, SE, MM mengundurkan diri dari jabatannya  dengan alas an sakit.

Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Armen Rangkuti, ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2020) melalui WhastApp nya, membenarkan hal itu. Kata Armen, Rudi Rahmad mengundurkan diri karena alasan sakit yang diperkuat oleh 3 orang dokter.

“Benar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Padang Pariaman Rudi Rahmad, mendurkan diri karena alasan sakit. Pengundurannya terhitung sejak tanggal 5 Maret 2020,” ujar Armen.

Menurut Armen, Rudi Rahmad mengalami defresi ringan dan membutuhkan istirahat yang banyak. Sebelum mengundurkan diri, sudah 2 minggu tidak masuk kerja. Selain itu ada juga gangguan di saraf.  “Kita harapkan Rudi Rahmad, cepat sehat kembali, “ tukuk Armen.

Namun di luar banyak informasi yang beredar, mundurnya Rudi Rahmad, karena tidak sanggup melaksaanakan tugas disebabkan banyak tekanan terhadap dirinya. Salah satu kasus,  terkait dengan persoalan APBD Padang Pariaman yang dipermasaalahkan Anggota DPRD Padang Pariaman.

Dari informasi salah seorang anggota Dewan Padang Pariaman, diermasaalahkannya APBD kembali, disebabkan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni,  memaksakan kehendak mengganggarkan  proyek Tarok City dan Mesjid Agung Padang Pariaman.

Sementara   anggota Dewan minta tidak dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2020, karena masih banyak persoalan di dalamnya, seperti  belum adanya RTRW dan tidak keluarnya sertifikat tanah sampai sekarang. Kemudian ada pelarangan dari BPK RI untuk dianggarkan.

Ternyata Bupati Paadang Pariaman, Ali Mukhni tidak menghiraukan apa yang disampaikan oleh anggota Dewan, merasa dilecehkan. Kini anggota DPRD Padang Pariaman, menyurati Menteri Pertanahan RI  supaya tidak menerbitkan sertifikat tanah atas UNP dan perguruan tinggi lainnya di Tarok City.

Ketua Fraksi  Gerindra Happy Neldi, ketika ditanya, membenarkan adanya surat anggota DPRD Padang Pariaman ke Menteri Pertanahan RI, untuk penundaan penerbitan sertifikat tanah, disebabkan belum adanya RTRW.

“Sementara LO Kejaksaan Negeri Pariaman, meminta ada perubahan RTRW terlebih dahulu,” ucap Happy Neldi.

Sebelunya, Kepla BPKD Padang Pariaman yang mengundurkan diri, Taslim, sehari-hari akrab disapa dengan andah. Andah Taslim mundur diikuti oleh bawahannya. Kini Rudi Rahmad yang menungundurkan diri lagi dari Kepala BPKD Padang Pariaman. Mungkinkah bawahanna akan mengikuti  juga ?.

Kepala BPKD Padang Pariaman yang terlama menjabat,  Hanibal, selama  12 tahun, sejak era  Bupati Padang Pariaman dijabat almarhum Muslim Kasim. Dengan tidak adanya pejabat yang mampu menduduki posisi  Kepala BPKD Padang Pariaman.  Mungkinkah Bupati Ali Mukhni , akan menarik kembali Hanibal sebagai kepala BPKD Padang Pariaman ?.

“Mari sama-sama kita tunggu pejabat yang berani duduk sebagai  kepala BPKD Padang Pariaman,” ungkap  ajo tondeh, sambil diselingi dengan galak badarai.

Rudi Rahmad yang coba dihubungi melalui WhatsApp nya tidak memberikan jawaban sama sekali. (aa)