Proyek Rehabilitasi Gor M Yamin Mangkrak

TABLOIDBIJAK.COM (Payakumbuh)—–Pembangunan rehab Gor M.Yamin Kelurahan Tiakar yang dig arap oleh CV Lingkung dengan pagu anggaran Rp 930.000.000 juta, pembangunan rehabnya belum juga selesai. Semestinya sesuai dengan dokumen kontrak, pembangunan rehab itu harus sudah selesai, 21 Desember 2019.

Kendatipun ada penambahan 50 hari yang di atur dengan perundang-undangan yang berlaku, dan dikenakan sanksi denda bagi rekanan, tapi hal itu menjadi pertanyaan banyak pihak, apalagi proyek rehabilitasi GOR M Yamin tersebut konon kabarnya di kendalikan oleh orang partai penguasa yang ada di Kota Payakumbuh.

Seharusnya pengerjaan proyek rehab itu tepat waktu sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang ada didalam dokumen kontrak guna menunjukan kredibilitas perusahaan jasa dan konstruksi.

Menanggapi pertanyaan wartawan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Payakumbuh, Delni Putra dalam komentar singkatnya menjelaskan, bahwa memang proyek rehabilitasi GOR M.Yamin tersebut memang tak tepat waktu yang sesuai dengan dokumen kontrak. “Tapi sesuai undang-undang boleh memperjang waktu pekerjaan selama 50 hari, dan rekan juga di denda sebanyak aturan yang ada,” ujarnya Senin (30/12).

Lebih lanjut dikatakan, dirinya menampik bahwa proyek tersebut di kendalikan oleh partai pengusaha. “Kami hanya berurusan dengan orang CV Lindung selaku pemenang tender,” kata Delni Putra.

Terpisah Asrial Piiliang SH, ketika dimintai tanggapanya terkait proyek rehabilitasi GOR M.Yamin yang berada di kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur itu menegaskan, jangan-jangan proses pemenangan tender tersebut ada kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa, apakah proyek rehab gedung olah raga M Yamin itu dilelang atau penunjukan. “Kalau dilelang, siapa saja peserta lelangnya dan kapan dilelangnya. Untuk mengikuti prosedur lelang tersebut berarti kan sudah diverifikasi seluruh surat surat yang dimiliki perusahaan itu. dan secara otomatis keabsahan surat surat sudah diperiksa, mulai dari akte pendirian dari notaris dan kelengkapannya,” tuturnya

Selain itu, dilihat juga dari track record perusahaan tersebut, apakah pernah mengerjakan rehab pada tahun sebelumnya. Jika track record-nya buruk, perusahaan itu harus diblacklist. “Saya menduga CV itu dapat pinjam dan hal itu pernah terjadi. Tingkatan PHL saja bisa melaksanakan sebuah perbuatan pengadaan barang dan jasa,” ucap mantan anggota TNI itu.

Kemudian Asrial Piliang meminta semua pihak agar mengawasi proyek rehab Gor M Yamin tersebut. “Karena proyek ini memakai uang uang negara harus di pergunakan sebaik mungkin dan aparat penegak hukum segera menindak lanjuti proyek itu,” pungkasnya.

Sementara pihak CV Lindung, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. (JND)