Duka Lara Putri Warga Pessel di Wamena Pulang Kampung

TABLOIDBIJAK (Padang) – Putri (30) salah seorang korban yang berhasil selamat akibat kericuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya, Provinsi Papua pada 23 september 2019 lalu.

Putri merupakan perantau minang asal Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan yang terakhir yang dipulangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis 10 Oktober 2019.

Isak tangis keluarga menyambut kedatangan Putri yang masih trauma. Putri digiring menggunakan kursi roda, mengenakan jilbab abu-abu, terlihat diwajahnya masih ada bekas luka yang sudah menghitam. Namun Putri tetap memaksakan untuk tersenyum dengan mata merah dan sembab.

Putri mengalami luka bakar dan terkena panahan. Untuk itu, putri langsung di bawa ke Rumah Sakit M.Djamil Padang untuk perawatan lebih lanjut. Pasalnya, saat kejadian itu lengan dan dada kiri, bahu kanan dan kiri, kaki kiri dan kanan terkena panah. Namun, putri sempat melarikan diri.

“Saya sudah senang sekali bertemu keluarga sampai di padang. Sudah tidak ada lagi rasa dan rasa sakit. Sebelumnya saya juga sudah berkoordinasi sama keluarga,” ujarnya kepada awak media.

Ia menceritakan suami dan anaknya meninggal di depan matanya. Suami bernama Syafrianto (36) meninggal dan jenazahnya sudah dikuburkan di Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, sedangkan anaknya Rizky (4) juga meninggal akibat luka yang dialaminya.

“Saya sudah empat tahun di Papua, suami sudah enam tahun, dan kerja dagang. Saya tidak akan kembali lagi ke papua, apalagi yang ingin saya cari, suami dan anak saya sudah meninggal, kios-kios sudah habis terbakar,” jelasnya.

Dalam Kesempatan yang sama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar akan membantu semaksimal mungkin, mulai dari perawatan termasuk proses pengurusan harta bendanya dari Wamena.

Putri rencananya akan menjalani operasi kembali karena penanganan di Wamena tidak maksimal karena peralatan medis di papua tidak lengkap.

“Informasi dari dokter disana bahwa tangan kanan putri harus dioperasi ulang, karena fasilitas disana kurang memadai,” ujar mantan bupati Pessel dua Periode itu.

Putri berangkat sekitar pukul 08.45 WIT, bersama dua pendampingnya berangkat dengan pesawat Batik Air dari Sentani, Jayapura tujuan Jakarta dengan transit sekitar 2,5 jam. Dilanjutkan perjalanan menuju ke BIM dengan pesawat Lion Air. (fardi)