Catatan Yal Aziz: Irwan Prayitno dan Tim Suksesnya Membiasakan Puasa Senen-Kamis

TAK berlebihan rasanya, jika dikatakan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, termasuk yang rajin dan rutin melakukan puasa Senen dan Kamis. Bahkan politisi dari PKS ini, sengaja melakukan berbuka puasa bersama dengan beberapa masyarakat, yang masuk dalam timsesnya.

Yang menariknya lagi, Irwan Prayitno dan kelompok puasa Senen-Kamisnya sengaja pula memilih tempat berbuka di setiap tempat yang berbeda, sesuai kesepakatan. Setelah melepas puasa dengan seteguk air atau makanan ringan seadanya, Irwan Prayitno langsung pula sebagai imam dalam melaksanakan shalat maqrib.

Setelah berbuka puasa, Irwan Prayitno selanjutnya berbagi cerita dengan kelompok puasa Senen-Kamisnya. Mulai dari cerita pembangunan di Sumatera Barat, termasuk kritik sosial yang dialamatkan masyarakat terhadap dirinya. Semua dialog dan diskusi berjalan mulus dan juga terjadi dialog alot, karena ada perbedaan pendapat dari timnya tersebut.

Apa yang dilakukan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan kelompoknya ini sesuai pula dengan pola hidup ajaran Islam, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad dan para khalifah sesudahnya.

Ternyata puasa Senen-Kamis akan lebih bermanfaat apabila dibarengi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya. Pada akhirnya, hal ini bisa membantu memperbaiki masalah radang usus besar, sendi, psoriasis hingga eksim.

Berdasarkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa minimal sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalankan puasa sama sekali.

Penelitian lain mengungkapkan, puasa bisa mengurangi resistensi insulin yang menyebabkan diabetes. Meskipun demikian, temuan terkait manfaat puasa ini perlu dilakukan penelitian lanjutan. Menjaga kesehatan jantung yang utama adalah olahraga dan menjaga pola makan.

Meski manfaat puasa Senin Kamis sangat berguna bagi kesehatan untuk bisa menurunkan berat badan, namun ada hal penting yang harus diperhatikan adalah ketika waktunya berbuka, dimana kita juga harus tetap mengontrol asupan makanan. Soalnya saat tubuh tidak mendapatkan asupan makan karena sedang menjalankan puasa, pembakaran lemak di dalam tubuh diperlukan untuk menghasilkan energi. Jika lemak sudah terbakar maka hal itu dapat mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Dampak lanjutannya, penurunan berat badan membuat tekanan darah dan diabetes menjadi terkendali.

Juga ada sebuah penelitian mengungkapkan, manfaat puasa Senin Kamis bagi kesehatan mengakibatkan tekanan oksidatif ringan dan dapat membantu sel saraf memperbaiki kerusakan oksidatif pada DNA. Yang jelas, seseorang yang menerapkan metode diet seperti ini menunjukkan peningkatan kemampuan daya ingat dan dinilai lebih fokus.

Kini sudah saatnya juga semua kepala dinas dalam jajaran kantor gubernur untuk membiasakan melaksanakan puasa Senen-Kamis. Tujuannya, selain untuk kesehatan, juga menekang diri dari perbuatan korupsi.

Kedepan kita berharap pegawai negeri yang bertugas di Rumah Bagonjong, tak hanya taat beribadah, tetapi juga punya prestasi dibidang pekerjaan yang ditekuni atau yang ditugaskan.

Khusus untuk berbuka puasa, rasanya tak ada salahnya juga Gubernur Sumatera Barat melakukan makan bersama dengan semua stafya yang menunaikan ibadah puasa Senen-Kamis.

Kemudian bagi pegawai negeri Rumah Bagonjong yang selalu melaksanakan shalat berjemaah, di masjid dalam lingkungan kantor gubernur tersebut, sebaiknya diberikan juga apresiasi. Bisa saja berupa bonus uang dan bisa bisa berupa sertifikat penghargaan sebagai pegawai yang taat beribadah dan shakat berjemaah. Sertifikat pernhargaan tersebut, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk kenaikan golongan. Semoga. (Penulis wartawan tabloidbijak.com dan ketua smsi sumbar)