Angka Kecelakaan Kereta Api Tinggi, Wagub Sumbar Usulkan Pelajar Piket Jara Perlintasan

TABLOIDBIJAK (Padang) — Banyaknya perlintasan kereta api sebidang yang liar di Sumatera Barat (Sumbar) yang jumlahnya mencapai 531 titik yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, bahwa dari data 2016-2019 sudah 24 korban jiwa yang meninggal dunia, 39 korban luka-luka. Sebab, baru 45 pintu yang resmi dijaga, sedangkan pintu yang tidak dijaga ada 131, dari 531 titik tersebut.

“Banyak terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api, dikarenakan banyaknya perlintasan yang tidak ada palangnya ditambah rumah penduduk banyak berdiri di sepanjang rel kereta api tentunya mengakibatkan rawannya kecelakaan,” ujarnya saat sosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang pada jalur kereta api, di Padang, Kamis, 6 Agustus 2019.

Untuk itu, peran pelajar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas harus diikutsertakan untuk menjaga. Terkhusus di sekolah yang melewati atau dekat dengan perlintasan sebidang tersebut.

“Kami minta PT.KAI membagikan jadwal perjalanan kereta api ke sekolah dan masyarakat supaya jadwal piket bisa disusun pelajar dan pemuda,” ujarya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi mengingatkan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

“Terhadap perlintasan sebidang liar, pemerintah akan tegas melakukan penutupan secara bertahap,” ungkapnya. (fardi)