Ditjen Otda Kemendagri Lakukan Evaluasi dan Kajian Pilkada Serentak di Padang

TABLOIDBIJAK (Padang) — Dalam rangka menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 dan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024, Direktorat Jendral Otonomi Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) melakukan kajian rencana pelaksanaan Pilkada serentak. Kajian dilaksanakan di Kota Padang, mulai 1-3 Agustus 2019.

Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak ini juga melibatkan sejumlah stakeholder baik dari Jakarta maupun di Sumatera Barat (Sumbar).

Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik mengatakan, Pilkada serentak tahun 2020 mendatang direncanakan berlangsung 23 September 2020.

Sebanyak 270 daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan. “Terdiri atas 9 pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 224 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, serta 37 Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota,” ujar Akmal.

Pilkada serentak tahun 2020 yang segera digelar kembali, menurut Akmal, akan menguji kemampuan publik dalam memilih Kepala Daerah secara demokratis. Diantaranya terlihat dari pilihan publik yang lebih menitikberatkan pada pertimbangan rasional ketimbang latar belakang primordial dari calon pemimpin daerahnya.

“Pilihan rasional publik itu berkaitan dengan tugas kepala daerah yang harus melayani semua kelompok ketimbang kepentingan kelompok atau etnis tertentu,” ucapnya.

Akmal mengingatkan, bahwa yang patut dicermati dari para calon kepala daerah adalah bahwa publik berharap pelaksanaan Pilkada tak hanya jujur dan adil tetapi juga mampu menghadirkan pemimpin yang memenuhi kepentingan publik.

“Kepala Daerah terpilih ke depan diharapkan dapat membenahi layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, mengeluarkan kebijakan pro rakyat untuk petani, buruh, pedagang kecil, dan usaha kecil menengah. Selain itu memperbaiki infrastruktur dan memberantas korupsi dikalangan birokrasi.” jelasnya.

Keinginan publik mendapatkan Kepala Daerah yang melayani masyarakat tentu juga akan sangat bergantung pada para pemilih. Apakah mereka akan dengan mudah tergoda iming-iming materi, tarikan emosional primordial ataupun memperteguh pertimbangan rasional dalam menentukan pilihannya.