Gubernur Sumbar Membuka Bimtek Peningkatan Badan Publik tahun 2019

TABLOIDBIJAK (Padang) — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya menjadi provinsi yang terbuka terhadap informasi publik. Sebab, keterbukaan informasi merupakan suatu keniscayaan yang tidak boleh ditutup-tutupi.

“Kami minta kepada Badan Publik yang didanai dari APBD atau APBN untuk terbuka dalam menyampaikan semua informasi yang ada kepada publik,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai membuka Bimtek pemeringkatan Badan Publik tahun 2019, di aula kantor Gubernur Sumbar, Jumat, 26 Juli 2019.

Menurut Irwan, jika ada badan publik yang tidak mau menyampaikan informasi, maka bisa dicurigai atau mungkin ada sesuatu.

“Mungkin saja informasi yang dimiliki badan publik tersebut belum lengkap atau kurang, atau juga mungkin informasi nya tidak ada sama sekali, dan yang lebih parah lagi kecurigaannya tentu ada apa-apanya, seperti fiktif atau korupsi” jelasnya.

Saat ini kata Irwan, posisi Sumbar ditingkat nasional berada pada peringkat 8 dan itu baru masuk pada kategori Provinsi menuju informatif.

“Itu sudah lumayan bagus, karena sudah ada peningkatan dan ada sedikit hal lagi yang harus kita siapkan agar Sumbar menjadi Provinsi informatif,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi mengatakan, bahwa Sumbar sudah masuk 8 besar, dan di bandingkan tahun lalu Sumbar berada pada 10 besar.

Saat ini katanya, hanya ada 4 Provinsi di Indonesia yang sudah menyandang sebagai Provinsi Informatif, yakni DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa pula menjadi Provinsi informatif,” harapnya.

Dikatakannya, Komisi Informasi bersama Diskominfo Sumbar terus bersinergi untuk menjadi informatif, salah satunya melalui diterbitkannya Pergub Pengelolaan Informasi di Sumbar. (fardi)