Catatan Yal Aziz: Meyiapkan Diri untuk Menikmati Pensiun

SETIAP ASN sudah so pasti akan memasuki masa pensiun. Lantas timbul berbagai pertanyaan, kegiatan apa sebaiknya yang harus dilakukan ketika memasuki masa pensiun? Jawabannya beragam, sesuai keinginan masing ASN yang memasuki masa pensiun. 
Pensiun tanpa mempersiapkan uang, jelas akan membuat hidup tak nyaman. Untuk itu,  sebelum memasuki masa pensiun ada baiknya dipersiapkan kebutuhan di hari tua tersebut, seperti ada usaha setelah pensiun.

Usaha itu bisa jadi membuka kedai serba ada atau rumah makan dengan menu tradisional. Atau bertenak ikan lele atau keramba tergantung dengan tempat tinggal. Maksudnya, kalau dipinggir danau, memang sebaiknya bertenak ikan dengan keramba. Atau beternak ikan lele atau ikan jenis lainya yang layak dan cocok dengan kajian dan kondisi.

Kemudian, tak ada salahnya juga memanfaatkan waktu pensiun dengan meningkatkan rasa ketaqwaan kepada Allah dengan kegiatan rutin salat, seperti ikut salat  berjemaah di masjid, baik subuh atau salat yang lain, seperti salat maqrib dan isya. Yang penting, masa pensiun harus dinikmati dengan sebaik-baiknya, dengan meningkatkan ketaqwaan.
Memang, tidak semua pegawai negeri bisa menikmati masa pensiunnya, apalagi bagi pegawai negeri yang golongan rendah, jelas tak akan sama dengan pegawai negeri yang sebelumnya pejabat tinggi negara. 
Khusus untuk pegawai negeri golongan rendah, tak ada salahnya juga melakukan kegiatan di masa pensiun seperti beternak, berkebun atau membuka usaha kecil-kecilan di rumah atau home industri. Semua pekerjaan tersebut, sesuai hobi atau bakat, serta disesuaikan dengan kondisi setempat. Maksudnya, bagai pegawai yang tingal di perumahan real estet, bisa saja membuka usaha kecil-kecilan, seperti menjual pulsa. 
Yang jelas, masa pensiun bukan berarti tak lagi aktif. Banyak hal yang bisa dilakukan saat pensiun, dan yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan mewujudkannya. Percayalah, bahwa usia pensiun juga dapat menjadi usia yang menyenangkan dalam hidup.
Kemudian dalam hal menyalurkan hobi, mungkin kita punya hobi beternak, bertani, memasak, menjahit, melukis, berdagang kecil-kecilan. Yang jelas, dimasa pensiun, bisa melakukan kegiatan yang bisa  kita jalani dengan mengembangkan hobi tersebut. Siapa tahu dapat juga menambah lembaran rupiah di saku dan menikmati indahnya masa pensiun.
Jika suah merasa lelah bekerja, maka nikmati saja masa pensiun dengan kegiatan yang kian mendekatkan diri kepada Allah dan menikmati hidup santai bersama anak dengan bermian-main dengan sang cucu. 
Yang tak kalah pentingnya dalam masa pensiun, jangan lupa dalam hal berolah raga, karena dengan berolahraga kesehatan aka selalu terjaga. Scara fakta, jelas masing-masing orang tentu mempunyai kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangannya. 
Untuk itu, tak ada salahnya juga kita renungkan mengenai kelebihan-kelebihan kita, dan percaya diri bahwa kelebihan-kelebihan itu dapat kita manfaatkan. Peluang ataupun kesempatan tidak datang begitu saja, harus dicari dan dikejar, dicoba dan dijalani, bila gagal, kejar yang lain! Dengan demikian masa pensiun akan terasa indah dan dapat dinikmati. Alangkah senangnya bila hidup kita berarti baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain.
Selain itu, pada masa pensiun tentu masih masih banyak lagi pilihan-pilihan yang lain. Bisa saja bergabung dengan rekan pensiunan lainya dengan membuka peluang bekerjasama dengan menciptakan berbagai lapangan pekerjaan. Kemudian, lapangan kerja sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang ada untuk dijadikan modal.
Yang perlu diingat, jangan sampai di masa pensiun tak produktif lagi dan berdiam diri dirumah tampa ada kegiatan yang mendatangkan uang. Maksudnya, jangan sampai bersantai saja dirumah tanpa ada kegiatan positif lainnya, yang mendatangkan uang. Cara yang lebih santai, bisa saja beternak ikan lele dengan menafatkan perkarangan rumah dan memanfaatkan teman sebagai pembeli petama dan kemudian baru dilempar ke pasar. 
Yang jelas, jika setiap usaha yang akan dilakuakn diperlukan kajian dan perhitungan untung dan ruginya secara ilmiah. Bila perlu, datang ke kampus-kampus perguruan tingi dan temui para pakar disana dan minta kajian para pakar tersebut secara ilmiah. Jika semua persyaratan sudah dilakukan, tentu tinggal masalah rezeki yang semuanya datang dari Allah dan jangan sampi lupa membayar zakat, jika usaha yang dutekuni itu berkembang atau maju pesat. Selamat berwira swasta para pensiunan dan semoga sukses. (penulis waratwan tabloidbijak.com)