Tumbuhan Pimping dan Ilalang Perburuk Kondisi Ruas Jalan Rao ke Rokan Kabupaten Pasaman

BIJAK ONLINE (Pasaman)—Transportasi adalah kunci untuk menuju satu tempat,kendala bagi masyarakat di Ruas jalan Rao ke Rokan Kabupaten Pasaman, jalan nya semakin kecil akibat pimping yang tumbuh dan ilalang  dan jalan yang berlobang.
“Ruas jalan Rao-Rokan saat ini sudah mulai mengecil, hal ini disebabkan bahu jalannya sudah dipadati pimping dan ilalang yang tumbuhnya pun sudah condong ke badan jalan ,ini jalan Provinsi, ” kata Sawir (40), warga Botuang Busuak Kecamatan Mapattunggul yang sering lalu lalang didaerah itu, Kamis, 1 Februari 2018.
 Menurut Sawir, saat ini kondisi jalan itu juga sudah banyak yang berlobang. Bahkan di sepanjang ruas jalan tersebut sering terjadi kecelakaan. “Pada awal bulan Januari kemarin sudah dua orang pengendara yang meninggal dunia karena kecelakaan di ruas jalan ini.”katanya lagi, sembari menambahkan, pengguna sepeda motor ada juga terpeleset dan slip ban dan lecet lecet. Ujar sawir.
 Sementara itu, Mustafa selaku PPTK Dinas PU Provinsi Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat saat dikonfirmasi melalui phonselnya, mengatakan, upaya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan Provinsi di ruas Rao-Rokan sejauh 32 kilometer tahun 2017 lalu belum bisa optimal dilakukan. Hal itu disebabkan karena dana yang tersedia masih minim, atau jauh dari yang diharapkan.
“Kita memang sudah berupaya mengantisipasinya dengan melakukan  perambahan disetiap ruas jalan provinsi itu.  Namun, perambahannya  baru bisa terlaksana satu hingga dua kali dalam setahun. Semestinya,  perambahan itu, maksimalnya harus dilakukan empat kali dalam setahun,” ucapnya.
Kata Mustafa, perlu banyak dana untuk perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan agar tetap mantap, khususnya jalan Provinsi yang ada di wilayah Pasaman itu.
Dia mengatakan, untuk pemeliharaan ruas jalan provinsi di Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat pada tahun 2017 lalu anggarannya hanya lebih kurang sekitar Rp.2 miliar, sedangkan pada tahun 2016 lalu dananya sebesar Rp.3,8 miliar.
“Dana pemeliharaan ruas jalan provinsi di Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat di tahun 2017, mengalami penurunan dibanding tahun 2016 lalu. Ini sangat tidak ideal sehingga kami memang berharap ada tambahan dana untuk perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan tersebut,” ujar Mustafa.
Mustafa menjelaskan, ada sebanyak tujuh ruas jalan yang masuk dalam pemeliharaan Dinas PU provinsi Sumbar di Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat. Dengan panjang keseluruhan ruas jalan itu sekitar 258 kilometer.
“Anggaran pemeliharaan sebesar Rp.2 miliar pada tahun 2017 itu, bukan saja untuk pemeliharaan jalan semata, namun anggaran itu juga untuk pemeliharaan jembatan, kontruksi, drainase, dan aspal (pecing) di dua wilayah tersebut,” ujarnya.
Kata Mustafa, untuk sementara waktu, kita belum bisa berbuat apa-apa karena masalah anggaran yang belum cair. Makanya, diharapkan kesabaran dari masyarakatnya.
“Namun, jika anggaran pemeliharaan ruas jalan di wilayah Pasaman tahun 2018 ini sudah keluar, maka pemeliharaan ruas jalan di wilayah Rao-Rokan yang dipenuhi pimping dan ilalang itu akan segera kita prioritaskan,” tukasnya. (Fauzan)