Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Kunjungi Gedung Kebudayaan Zona A

BIJAK ONLINE (Padang)—Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit, sengaja menaiki jenjang pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat Zona A, (zona A), Jumat, 19 Januari 2018.

“Gedung ini dibangun secara bertahap untuk budayawan dan seniman untuk berkreasi berkumpul berlatih sekaligus tampil,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
.
Menurut gubernur, walaupun pembangunan Gedung Kebudayaan ini   baru menyelesaikan Zona A, tapi sudah bisa dimanfaatkan. ” Insya Allah seluruh zona bisa kelar tahun 2020 dengan anggarana RP 25 miliar untuk Zona B. Sedangkan teater akan dibangun di Zona B untuk representatif bagi wisatawan menikmati seni dan budaya kita dan Zona C tidak akan sebanyak zona B,” kata Irwan..

Ini namanya soft launching, kata Irwan Prayitno atau peresmian awal sebelum sempurna dipakai. “Karena setelah zona ini kalau kita tidak soft launching mubazir. Walaupun bukan 100 persen sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Irwan rayitno lagi, di sini nanti ada teater terbuka di lantai 5, lantai 4 ada handicraft, lantai 3 galeri, lantai 2 pameran, lantai 1 kantor. Tapi karena belum selesai semua, sementara lantai 3 dipakai kantor juga.

“Kita buat event-event terjadwal yang nanti orang datang berbayar. Orang datang bisa pesan tiket dan diatur biro-biro travel. Event-event kelas internasional akan dibangun di Padang,” ujarnya.

Saat ini,  kalau wisatawan datang ke sini ada satu yang belum terpenuhi, kalau alam danau panorama, kuliner semua ada. Namun ketika ditanya atraksi budaya belum ada, museum ada namun belum lengkap.

Hadirnya gedung ini melengkapi semuanya ada galeri handicraft teater. Kemudian semua yang gambarkan minang akan terpapar. Dalam city tour bisa terpenuhi.

Kemudian, Irwan menyampaikan 800 jenis pakaian wanita di Sumatera Barat, dan masing-masing unik, malah dalam satu nagari, beda rumah gadang beda pulau pakaiannya.

Selanjutnya, tahun 2017 baru dibukukan 200-an jenis pakaian. Para desainer bingung lihat pakaian kita, gimana orang zaman dulu bikin pernik-pernik yang warna warni di baju orang, artinya Orang Minang punya rasa.

Dari segi berbicara rasa bicaranya beda, sastrawan dan budayawan. Termasuk silat, habis guru habis jurus. “Silek akan kita evaluasi, dengan jurus2 dan tokoh2 silek jangan dibiarkan hilang,” tambahnya.

Taufik Effendi Kadis Kebudayaan Sumatera Barat menyampaikan Zona A. Gedung ini dibangun sejak beberapa tahun lalu dan selesai dilanjutkan dengan zona lainnya. Zona A terdiri dari 5 lantai dengan panggung terbuka dan lantai 4 handicraft, lantai 3 galeri dan pameran, lantai 2 aktivitas lainnya dan lantai 1 untuk lobi.

Salanjutnya, Januari 2018 Dinas Kebudayaan belum memiliki kantor representatif, akhirnya zona A ini harus dimanfaatkan karena biaya perawatannya cukup besar.

Aktivitas berkesenian dan berkebudayaan belum optimal hanya dengan zona A ini. “Makanya dengan segala kerendahan hati kami mohon kawan-kawan seniman setelah seluruh zona selesai dunia berkesenian kita akan mendapat tempat,” tambahnya. (fardianto)