Momentum Maulid Nabi, Rujukan Untuk Menjalani Seluruh Aspek Kehidupan

BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)—-Bupati Lima Puluh Kota H. Irfendi Arbi, tak lupa untuk mengajak seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan maulid nabi Muhammad sebagai rujukan untuk menjalani seluruh aspek kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Irfendi Arbi ketika acara wirid pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439 H yang bertempat di Masjid Surau Gadang Kunci Loyang, Sarilamak, Senin (4/12).
Acara maulid nabi tahun ini, dihadiri langsung oleh Bupati Lima puluh Kota  H. Irfendi Arbi didampingi Plt Sekda Taufik Hidayat dan seluruh jajaran OPD di lingkungan Sekretariat Pemkab Lima Puluh Kota.
Kabag Kesra, Arwital selaku panitia penyelenggara kepada wartawan, mengatakan pelaksaan wirid pengajian ini dalam rangka memperingati hari lahir sekaligus hari hijrah dan meninggalnya Nabi Muhammad saw. Beliau menambahkan wirid pengajian ini akan diisi tausyiah oleh Ustad Yengki Otrio dari Nagkodok, Kota Payakumbuh, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi dalam sambutanya menyampaikan makna yang paling mendasar dari peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rosulullah SAW dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Berbicara tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, kita kembali diingatkan mengenai perjuangan rasulullah dalam menyebarkan Syi’ar Islam, dan membangun peradaban islam, kita diajak untuk merenungkan, mengapresiasi dan meneladani perjuangan beliau dalam membangun tatanan kehidupan baru di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan esensi dari peringatan maulid nabi Muhammad SAW adalah untuk meneladani setiap fikiran, ucapan dan tindakan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. “Kita patut meneladani buah fikiran-fikiran cerdas, kejujuran, sifat amanah dan ucapan yang santun serta tindakan yang arif dan bijaksana dari rasulullah,” imbuhnya.
Sedangkan, dalam bidang berdemokrasi, berpolik, berbangsa dan bernegara Bupati mengatakan kita semua harus mencontoh Rasulullah SAW yang menerapkan sifat arif dan bijaksana serta menjunjung tinggi kehidupan yang rukun dan harmonis di antar umat beragama.
“Prilaku Rasulullah SAW yang santun dan penuh etika dalam mewujudkan demokrasi haruslah dapat kita contoh dan kita praktekkan di daerah kita ini, demokrasi yang kita bangun harus menjauhkan diri kita dari tirani kekuasaan dan golongan kuat, serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan dan persatuan di daerah dan bangsa ini,” ulasnya. (ada)