Sahabat 86 Bersama Masyarakat Nagari Sitanang, Kembali Panen Bawang Merah

BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)—Gebrakan Sahabat 86 untuk menambah income  perkapita masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, seperti budidaya bertanam bawang merah, kembali sukses, di jorong Batu Kabau kenagarian Sitanang kecamatan Lareh Sago Halaban kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (19/11).
“Budidaya bertamam bawang merah, tak mengenal hujan dan panas, yang terpenting niat dan kemauan. Tanaman bawang merah tetap menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dan berlimpah-limpah, “ujar ketua Sahabat 86 Nofyan Yunaz ketika panen raya, di nagari Sitanang, Minggu (19/11).
Sebetulnya lokasi bertaman bawang merah, banyak dilaksanakan di kota Payakumbuh, karena lokasi tidur banyak berada di Lima Puluh Kota ditambah lagi antusias masyarakat sangat tinggi di kabupaten Lima Puluh Kota sangat tinngi, maka banyak kita arahkan kesana.
“Dalam waktu dekat ini, budidaya bertaman bawang merah akan kita lakukan di Payakumbuh, lokasi di Payakumbuh sudah kita kantongi, dan sejumlah kelompok tani, sudah mengontak kami, “ujar Nofyan Yunaz seraya belum mau menyebutkan dimana lokasinya. 
Melihat masyarakat panen bawang merah, tentu saja kami sangat senang, karena panen kali ini terbilang cukup berhasil dibandingkan sebelumnya. Panen bawang merah ini, hanya 2 bulan. Kualitas bawang hasil produksi kita pada musim panen ini juga lebih baik. 
Dengan luas sekitar 1,5 hektare, buah bawang merah hasil panen kali ini, besar-besar dan sangat padat. Padahal, curah hujan di jorong Batu Kabau ini sejak musim tanam hingga kini terbilang tidak mendukung. Curah hujan tinggi, sementara tanaman bawang tidak membutuhkan banyak air.
“Untuk saat ini, hasil tanam bawang merah bakal dipasarkan di tiga kota, yaitu kota Payakumbuh, Pekanbaru dan Jambi, “jelas Nofyan Yunaz.
.
Dalam kegiatan ini turut dihadiri Walikota Payakumbuh H, Riza Falepi, dan Wakil Walikota Payakumbuh H. Erwin Yunaz beserta forum yang tergabung dalam Gebu Minang kota Payakumbuh dan unsur undangan lainnya.
Walikota Payakumbuh Riza Falepi, mengatakan, sudah saatnya kota Payakumbuh maju dan menjadi kota sentral pertanian. Ketika petani menghasilkan produk pertanian berkualitas dan dalam jumlah yang banyak, maka pasar akan melirik. Yang penting keberlanjutan dan produksi tetap dijaga.
Pemerintah kota Payakumbuh sangat peduli dengan petani bawang yang penuh semangat bekerja keras  menghasilkan panen bawang merah dengan kualitas unggul. Kita bakal menjalin kemitraan dengan daerah/provinsi lain.
“Tujuannya, agar ada kemudahan dalam memasarkan komoditi bawang keluar kota bahkan luar negeri. Serta menyeimbangkan jumlah permintaan dan jumlah komoditi masyarakat luas supaya harga bawang selalu terjaga, “papar Wako Riza Falepi.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, bawang merah merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan kelompok sayuran non komplementer sehingga berpengaruh pada tingkat inflasi.
“Untuk menghindari fluktuasi harga yang dapat disebabkan oleh biaya tanam, cuaca, stok transportasi maupun bawang impor, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah sepanjang tahun. Hal ini juga bakal kita fokuskan di kota Payakumbuh karena melihat dari hasil yang sekarang bawang merah dapat ditanam sepanjang tahun dan tidak tergantung dari musim,” terang Erwin Yunaz. (ada)