Irfendi : Enggan Dikritik Mengindikasikan Belum Siap Untuk Menjadi Pemimpin

BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)—Bupati Lima Puluh Kota H. Irfendi Arbi, mengatakan, dalam beberapa minggu ini, memang banyak kritikan yang datang keadanya, termasukan kritikan dari Wakil Bupati Ferizal Ridwan.
“Wabup Ferizal Ridwan adalah adik saya. Kalau beliau memberikan kritikan, itu hal biasa. Sebab, selaku manusia biasa, tentunya saya tidak terlepas dari kesalahan, “ujar Bupati Lima Puluh Kota H Irfendi Arbi menjawab wartawan di kantornya di Sarilamak, kemaren.
Saya tahu dia orang baik. Kalau beliau mengkritik saya, itu hal biasa. Saya menyadari, saya bukan orang yang sempurna yang tidak memiliki kesalahan. Ia percaya, kritikan yang diberikan Wabup Ferizal Ridwan untuk tujuan kebaikan atau memberikan masukan. Tidak hanya wakil bupati, masyarakat juga boleh mengkritik atau mengkoreksi pemimpin atau pemerintahnya. 
“Saya yakin kritikan yang disampaikan wakil bupati adalah untuk kebaikan kabupaten Lima Puluh Kota. Saya tidak marah, justru berterimakasih dikritik. Sebab, ini akan mengingatkan saya selaku manusia biasa yang pasti tidak terlepas dari kesalahan,” ulang Irfendi.
Dipaparkan, selaku pemimpin, ia harus siap dikritik bahkan dihujat sekalipun. Ia menyadari, kodrat pemimpin itu harus siap menanggung kritikan. Pemimpin yang enggan dikritik mengindikasikan yang bersangkutan belum siap untuk menjadi pemimpin. 
“Kritikan itu bisa saja menjadi cermin untuk berkaca sudah sampai di mana program pembangunan yang sudah kita laksanakan. Meski pahit, kritik itu mungkin saja sebuah masukan yang positif,” tutur Irfendi sembari menyebut ia sangat siap  untuk menerima kritik dan masukan.
Irfendi menyadari, selaku manusia ia tidak akan pernah berhasil secara utuh melihat dirinya sendiri. Kartenanya, ia beranggapan kritikan juga berarti suatu evaluasi, penilaian, dan apresiasi yang disampaikan secara obyektif.
Lebih lanjut Irfendi meminta semua aparatur mulai dari sekretaris daerah hingga staf dan tenaga harian lepas di lingkungan pemerintah daerah ini bekerja dengan baik dan tetap berkoordinasi dengan wakil bupati. 
“Mari kita jaga kebersamaan untuk kemajuan Limapuluh kota ke depan. Tak kalah pentingnya, mari kita pertahankan berbagai prestasi yang telah kita raih dengan bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang ada,” tutur Irfendi.
Ia mengingatkan, aparatur sipil negara selaku pelayan masyarakat mesti bisa memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, serta mempererat persatuan dan kesatuan.  Aparatur itu diharapkan bisa melayani masyarakat dengan baik, sehingga birokrasi tidak menjadi beban bagi mereka yang berurusan.
“Saya berharap kita terus berusaha dan berinovasi buat meningkatkan kinerja dan pelayanan  terhadap masyarakat. Termasuk dalam hal pelayanan langsung terhadap masyarakat seperti administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya, dengan begitu masyarakat akan merasa nyaman dan tidak terbebani oleh apapun.”jelas Irfendi (ada)