Serapan Anggaran Sektor Pendidikan di Pesisir Selatan Terkesan Lamban

BIJAK ONLINE (PAINAN) – Realisasi Anggaran Sektor Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terkesan rendah, hanya 61 persen hingga akhir Oktober 2017.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Suhandri menjelaskan lambannya serapan dana dikarenakan beberapa faktor seperti penyelesaian dokumen tender, proses lelang dan kondisi lapangan.
“Akibatnya penggunaan anggaran, utamanya belanja modal barang dan jasa cenderung dikebut pada akhir tahun,” jelasnya pada Bijak Online di Painan, Kamis (26/10). 
Berdasarkan data BPKD Kabupaten Pesisir Selatan, alokasi dana sektor pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 mencapai Rp584 miliar, termasuk dana sebesar Rp67 miliar.
Dari total alokasi dana tersebut, Rp545 milar merupakan belanja langsung atau biaya gaji pegawai dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan.
Sedangkan sisanya yang Rp39 miliar, lanjut Suhandri adalah belanja modal barang dan jasa atau belanja pembangunan sektor pendidikan.
“Nah, khusus untuk belanja pembangunan ini realisasinya baru mencapai 40 persen. Kami akui ini memang jauh dari target yang seharusnya,” terangnya.
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Supriadi mengakui serapan anggaran belanja modal barang dan jasa sektor pendidikan masih rendah.
Menurutnya, hingga kini masih ada sejumlah kegiatan yang belum dilaksanakan seperti beberapa pelatihan dan bimbingan teknis untuk peningkatan kapasitas guru.
Selain itu, juga terbengkalainya pembangunan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang tersebar pada sejumlah kecamatan. 
“Ini karena ada peraturan yang mengatur pada 2018 bakal ada penghapusan UPTD. Sementara tahun ini kami tengah merehap sebanyak enam UPTD, dengan alokasi dana masing-masing mencapai Rp80 juta,” sebutnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Zulkifli tetap optimis, hingga akhir tahun realisasi anggaran di Organisasi Perangkat Daerah yang dinahkodainya itu bakal mencapai lebih dari 90 persen hingga akhir tahun.
“Tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu. Di 2016 realisasi kami mencapai 98 persen,” tutupnya (teddy setiawan)