Harga Bawang Anjlok, Dinas Pertanian Kabupaten Solok Surati Perum Bulog

Kadis Pertanian Kab. Solok Ir. H. Admaizon
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Untuk memempertanyakan keseriusan Perum Bulog membeli bawang petani di Kabupaten Solok Dinas Pertanian Kabupaten Solok telah mengirim surat ke Perum Bulog. Hal itu dikatakan Kadis Pertanian, Ir. H Admaizon, Rabu, (3/10). 
Hal itu dikatakan Ir. H. Admaizon ketika menerima informasi terkait harga bawang merah di Solok Sumatera Barat yang makin hari harga bawang makin menurun, bahkan mencapai angka Rp.10.000,-/Kg. 
Harmayono M, seorang pedagang obat tanaman di Sungai Nanam mengaku merosotnya harga bawang merah membuat daya beli masyarakat akan kebutuhan obat tanaman juga menurun. “Karna orang menanam bawang serentak, harga bawang turun dan daya beli petani juga menurun,” kata Harnayono , Rabu (3/10) siang. 
Menanggapi itu, Kadis Pertanian Ir. H. Admaizon mengaku baru tahu harga bawang berada diangka Rp 10.000,-/Kg. “Berdasarkan laporan petugas kami hari ini harga bawang jumbo tadi masih berada di angka Rp.13.000,-/Kg dan untuk kwalitad menengah berada di angka Rp.9.000,-/Kg,” kata Kadis Pertanian Kab. Solok. 
Lebih lanjut Kadis mengatakan kalau dinas pertanian Kab. Solok sudah bekerja seduai tupoksinya. “Kita ada tim pemantau harga pasar, kita juga sudah berkoordinasi dengan Bulog, Koperindag dan Asisten dua Setda Kabupaten Solok untuk mencari solusinya. Kita juga sudah mengirim surat kepada Bulog dengan surat bupati yang ditembuskan Kementan, Kemendag dan Kemenko RI untuk menanyakan keseriusan Bulog membeli bawang petani kita,” kata dia.
Selain itu dirinya mengatakan Pemkab Solok telah mengajukan penambahan quota pupuk. Hal itu dilakukan agar petani tidak kesulitan memperoleh pupuk.
Terpisah, Anggota DPD RI, H. Nofi Candra, SE yang dikonfirmasi perihal harga bawang merah yang terus menurun mengatakan Pemkab dan DPD RI terus berupaya mengejar komitmen Perum Bulog dalam membeli bawang petani. “Bulog harus berusaha membeli bawang petani,” sebut Nofi Candra 
Menurut dia  Mentri Pertanian RI harus bertanggung jawab karna pernah mengatakan bawang petani akan dibeli Bulog. “Kalau tidak Menteri Pertanian RI harus mencabut statemennya,” ungkapnya. 

Quota Pupuk Berkurang
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir. H. Admaizon mengatakan persoalan mahalnya harga pupuk didaerah Solok diakibatkan karna pasokan pupul yang tidak mencukupi kebutuhan petani karna quota pupuk berkurang. “Jatah pupuk untuk Propinsi Sumbar berkurang dan ini juga mengurangi jatah pupuk kita. Kita sudah mendorong Pemprov. Sumbar untuk menambah alokasi pupuk karna kita merupakan sentra bawang yang perlu banyak pasokan. Ini perlu sinerji dari semua pihak agar kita benar-benar bisa menyukseskan program pemerintah pusat yang menunjuk kita sebagai sentra bawang merah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok menyebutkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok 70% bersumber dari pertanian. Selain itu, menurutnya Kabupaten Solok memproduksi bawang sebanyak 200 Ton setiap hari. Olehsebab itu menurutnya Dinas Pertanian merupakan kunci ekonomi petani. “Saya merasakan nasub petani dan saya juga akan berusaha sekuat tenaga bersama stakeholder, SKPD dan komponen terkait untuk menyelesaikan persoalan harga bawang petani kita ini,” kata dia. –* Risko Mardianto