Walikota Padang Panjang Konsen Terhadap Silek

BIJAK ONLINE (PADANG PANJANG)-Seni bela diri silat atau dalam bahasa Minangkabau disebut silek,  telah tampil jadi salah satu distenasi wisata baru di Kota Padang Panjang. Wisatawan bisa menikmati atraksi silat ini kapan saja mereka mau,  asal memberitahu terlebih dulu. 
“Kami akan menyiapkan atraksi silat ini,  baik di tempat kering atau dalam sawah. Yang dalam sawah ini namanya silek lanyah,” kata Kadis Pariwisata Hendri Fauzan di Padang Panjang baru baru ini. 
Disebutkan,  Walikota Kota Hendri Arnis,  punya perhatian serius terhadap silek ini.  Dimana suatu kali dia pernah ikut tampil menunjukkan kemampuannya dalam silek lanyah itu, di dalam sawah di Kubu Gadang,  Ekor Lubuk,  Padang Panjang Timur. 
Pada saat pembukaan Festival Serambi Mekah IX tahun 2015 lampau,  Hendri Arnis yang walikota termuda di Sumbar itu,  sengaja memakai baju pendekar,  yang disebut baju galambuak. Di acara lain,  dia juga menyuruh dinas terkait,  menampilkan atraksi silek pada acara Tour de Singkarak (TDS) berturut turut  2015 dan 2016.
Silek lanyah yang kini menjadi khas di Padang Panjang, di launching 1 November 2015 di Kubu Gadang, Ekor Lubuk,  Padang Panjang Timur. 
Dari keterangan yang diperoleh,  “silek lanyah” merupakan silak tua asli Kubu Gadang, warisan dari seorang guru silat bernama Inyiak Upiak Palatiang, yang  sampai penghujung usianya seabad lebih,  masih lincah bersilat. 
Dalam tempo kurang satu tahun setelah silek lanyah diapungkan kembali oleh Dinas Pariwisata, telah bisa mencuri perhatian dunia pariwisata, fhotografi dan media. Bahkan hampir semua media televisi pernah meliput silek lanyah ini. 
“Tak hanya pariwisata dan media menaruh minat pada silek lanyah ini,  tetapi dunia pendidikan juga menaruh minat terhadap seni bela diri  khas kota dingin Padang Panjang. Beberapa kampus dari dalam dan luar negeri telah melakukan riset ke sini, ” kata Medi Rosdian,  Kabid Pariwisata,  Dispar Padang Panjang. 
Disebutkan,  perhatian publik baik dalam maupun  luar negeri, makin tinggi terhadap Padang Panjang setelah sukses penyelenggaraan  Alek Minangkabau Silek Retreat yang dihadiri oleh 9 negara dengan biaya masing masing. 
Banyak aliran silat yang ada di Minangkabau, di antaranya ada silat kumango, silat lintau, sitaralak, sungai patai, alau ambek,  gajah badorong,  silek pasaman. Tapi “silek lanyah” atau bersilat dalam lumpur hanya ada di Padang Panjang. 
“Datanglah ke Padang Panjang jika ingin melihat atraksi silek lanyah, ” kata Ampera Salim,  Sekretaris Diskominfo kota itu. * Risko Mardianto