Suasana Duka Masih Melanda Nurakmal yang Ibu Kandungnya Dipanggil Ilahi

BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)-Langkah, rezeki, pertemuan maut, memang sudah takdir yang tak bisa dilawan. Namun, ketika menerima kenyataan orang tua kandung meninggal, pasti akan berduka sebagaimana yang dirasakan wartawan Tabloidbijak.com, Nurakmal yang masih merasa duka.  Padahal, orang tuanya, yang bernama Yoe Enny. LS (76), menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat, 1 September 2017 sekitar pukul 16.05 WIB di RSUD Dr Adnaan WD Payakumbuh.

“Kepergian orang tua kami untuk selama-lamanya, hanya mengalami sakik sesak nafas usai shalat luhur sekitar pukul 15.00 WIB. Melihat kondisi itu, mama kami dilarikan ke RUSD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, hanya mendapat pertolangan dari tenaga medis lebih kurang 1 jam, mama menghembuskan nafas terakhirnya, “ujar Nur Akmal yang juga sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lima Puluh Kota didampini adiknya Nailul Badri dirumah duka, Jum’at (1/9).

Menurut Nurakmal, almarhumah  meninggalkan papa Sahar Ismain. Dt. Kakamo (85), 8 orang yakni Yenni Harianti (54), Nur Akmal (52), Afriantiel Djannah (49), Nailul Badri (47), Zhura Thusra (45), Syafniarti (43), Maisefharvemi (41) dan Nurhasanah (35) dan 26 cucu serta 3 cicit.

Dipanggilnya oleh sang khalik, mama kami memang begitu cepat dan diluar dugaan. Karena paginya kondisi mama sangat fit. Buktinya mama dan papa serta adiak bisa menunaikan shatai Id di lapangan Bukit Sitabur, kecamatan Payakumbuh Timur.

Usai shalat, mama pergi lebaran ke Koto Baru Payobasung, tempat menantu dan tempat istri Nailul Badri, disana kami mendapat cerita, mama sangat bahagia sekali bersama dunsanak disana, bahkan ketika makan, minta tambuah (bertambah-tambah.Red).

“Kepada semua lapisan, kami atas nama keluarga mohon maaf, jika ada tersinggung menjelang naik, tersentuh ketika turun. Kok ada kato nan talompek, sekali kami minta maaf, “ujar Nur Akmal yang juga wartawan itu.

Dirumah duka, Sekdakab Lima Puluh Kota M. Yunus yang namanya hidup memang sudah diatur oleh Sang Pencipta, kita hidup di dunia ini ibaratkan hanya menumpang minum. kehidupan memang merupakan hal yang sudah diberikan oleh Tuhan, dan kematian adalah salah satu rahasia akan Kuasa-Nya.

Salah satu hal yang terkadang membuat kita sedih adalah Kematian, memang kebayakan dari kita takut akan hal itu, tapi yang namanya takdir itu sudah diatur. dan Tuhan pasti akan memberikan Jalan terbaik buat kita.

Kehilangan seseorang ibu dan ayah atau teman terdekat kita, memang sangat menyakitkan, apalagi orang tersebut adalah orang yang paling kita sayangi, tetapi dengan adanya suatu kematian ini menunjukan kalau kita harus siap.

Kita harus membawa bekal untuk esok, dan pastinya Tuhan memberikan pelajaran kalau kita harus belajar mengikhlaskan hal yang terkadang sulit sekali untuk dilepaskan. Tak hanya itu, misalnya ada anggota keluarga atau rekan-rekan kita yang sedang terkena musibah, kita hendaknya ikut bersimpati dan merasakan musibah yang diderita.

“Untuk itu, kita harus memberikan masukan, dorongan, dan semangat untuk orang yang ditinggalkan keluarga atau kerabatnya, memberikan ketabahan merupakan hal yang sangat penting. Semoga husnul khotimah dan kelurga yang ditinggalkan diberi kesabaran, “ujar M. Yunus.

Kemudian, masih dirumah duka, ketua DPRD kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, menyebutkan, dari lubukhari paling dalam, atas nama pribadi dan atas nama keluarga besar DPRD kota Payakumbuh, kami turut berduka cita atas wafatnya Yoe Enny. LS ibu kanduang Nur Akmal, Nailul Badri dan 6 orang lainnya.

“Semoga Allah SWT menempatkannya diantara orang-orang yang beriman, dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dalam menerima cobaan ini. Amin, “ujar YB. Dt. Parmato Alam. (ada)