Walinagari Batu Kalang Padang Sago Bawa Wali Korong Studi Banding

BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Wali Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago, H. Jamarusti, bawa wali Korong dan perangkat serta Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari Batu Kalang Studi Banding ke Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara, Kabupaen Tanah Datar, Senin (19/12/2016).
Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara, merupakan nagari yang mendapat Juara III tingkat Nasional Tahun 2016. Berhasilnya Nagari Batu Bulek menjadi Juara III Tingkat Nasional, karena tingginya nilai partisipasi masyarakat  di dalam membangun nagari tersebut.
Wali Nagari Batu Bulek, Drs. Imran Yasir,  dalam eksposnya mengatakan, penilaian tertinggi pada nagari yang dipimpinnya, menyangkut dengan partisipasi masyarakat di dalam memajukan pembangunan, apapun bentuk sumbangsih masyarakat dinilai dengan rupiah, sehingga pada Tahun 2016, mencapai Rp. 11 miliar lebih.
Salah satu contoh, pembukaan jalan baru, tanah tidak ganti rugi, kehadiran masyarakat dalam gotong royong  dan termasuk kehadiran dalam rapat-rapat, semua dinilai dengan rupiah, tetapi semua itu didukung dengan bukti dan data fisik. “Jadi bukan mengada-ada,” ujar Imran Yasir. 
Kemudian yang perlu dicontoh dari Nagari Batu Bulek tersebut, wali nagari dalam bentuk apapun selalu mengfungsikan wali Korong, sehingga wali Korong sangat disegani dan dihormati masyarakatnya, sehingga pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan selalu lunas 100 parsen.
Lebih jauh disampaikan Imran Yasir, setiap masyarakat yang ingin berurusan surat menyurat ke Kantor Wali Nagari, harus ada pengantar dari wali Korong, tanpa ada surat pengantar dari wali Korong wali nagari tidak akan melayani urusan masyarakat. 
“Keputusan dan peraturan ini ditetapka dalam Peraturan Nagari (Perna) yang sudah disetujui Baamus Nagari,” tukuk Imran.
Nagari Batu Bulek mempunyai penduduk 800 jiwa lebih yang terdiri dari 9 korong dengan luas wilayah 310 hektar, Sembilan puluh parsen warga Nagari Batu Bulek bekerja sebagai petani. Nagari Batu Bulek, juga terkenal dengan gula tebu dan gula arennya. Kebun tebu masyarakat cukup seluas dan yang paling terluas di Korong Pato sekitar 150 hektar.
Wali Nagari Batu Kalang, H. Jamarusti didampingi Ketua  Bamus Drs. Amiruddin Tk. Majolelo, mengatakan, dengan melakukan studi banding ini diharapkan wali Korong bersama perankat dan lembaga nagari dapat memabngkitkan semangat kerjanya.
“Karena tanpa melihat kemajuan orang lain, kita akan menjadi katak di bawah tempurung, menganggap kita sudah hebat sama sekali, tetapi setelah melihat dunia luar dan keberhasilan orang lain, baru kita menyadari, bahwa kita masih jauh tertinggal dari nagari lain,” ujar Jamarusti.
Jamarusti, memboyong untuk ikut studi banding, PKK, LPM, Unsur Ulama, Ketua BUMNag, wali Korong dan perangkat nagari dengan mencarter 2 buah bus pariwisata. (amir)