Jika Terbukti Tercemar, Warga Minta Pemko Padang Tindak Tegas Pelaku Pencemaran

Padang – Cairan limbah menyengat warga yang melintasi Jembatan Babuai Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo, Minggu pagi (10/10/2021).

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Syaiful Pong yang kebetulan lewat jembatan tersebut menjelaskan air tersebut berbau amis. Diduga pencemaran air sungai.

Hal tersebut menjadi tontonan warga yang lewat karena kejadian tersebut tak pernah ada selama ini. Saking ramainya warga bahkan terjadi insiden kecil dimana seorang pria paruh baya tertabrak seorang perempuan muda.

” Maaf pak, saya ingin melihat juga pemandangan yang jarang terjadi ini”, ucap perempuan itu.

Harapan Syaiful Pong pada pemerintah, jika dibiarkan pencemaran tersebut maka sangat merugikan kesehatan warga. Bila terulang kembali, pemerintah agar menyusuri asal usul limbah sungai tersebut dan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Selama ini tidak pernah terjadi pencemaran sungai Batang Maransi. Banyak dampak yang dirasakan oleh warga yang mengambil pasir seperti merasakan gatal-gatal pada kulitnya.

Termasuk juga matinya ikan yang sering dipancing warga untuk kebutuhan pangan. Jika dimakan, bisa merusak kesehatan warga, ulas tokoh Maransi yang juga Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( GNPK) Sumbar.

Terjadinya pencemaran air di Batang Maransi hari Minggu pagi tanggal 10 Oktober 2021 kemarin membuat pusat perhatian warga, “Entah dari mana dan siapa yang melakukan, beginilah akibatnya kalau suatu pabrik diindikasi tidak mempunyai izin Amdal dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, ” ujar Syaiful Pong.

Diketahui, limbah cair yang masuk ke sungai dapat membuat pencemaran pada air yang mengandung banyak virus penyakit.

Pengolahan limbah yang kurang baik juga akan menyebabkan lingkungan kurang nyaman ditinggali karena bau tidak sedap serta tumpukan sampah yang tersebar dimana-mana.

Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska, terutama bila limbah cair tersebut mengandung zat racun seperti : As, CN, Cr. Cd, Cu, F, Hg, Pb atau Zn.

Jika pencemaran limbah, dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bahaya limbah pabrik yang dapat mencemari air, tanah, dan udara dapat berbahaya bagi manusia. “Pasalnya, jika terbukti pencemaran sungai ini limbah pabrik, dapat bersifat korosif, mudah terbakar, beracun, atau radioaktif, ” tukasnya.

Selain rusaknya tanah, polusi tanah juga menyebabkan hilangnya humus, air tanah menjadi beracun, imbuhnya lagi.

Efek pencemaran tanah, ujarnya, sangat berbahaya. Bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan ekosistem. Tanah tercemar secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi pola iklim.”Pemko Padang usut pencemaran air sungai ini sampai tuntas”, tegasnya.