Ibadah yang Bisa Dilakukan di Rumah

 

Walaupun pandemic covid-19 sedang melanda, tetapi jangan sampai mengahali niat beribadah kamu ya! Beribadah tak hanya dilakukan di masjid atau tempat ibadah saja, tapi bisa dilakukan di rumah juga. Yuk simak ibadah yang bisa dilakukan di rumah berikut ini

  1. tarawih 

Tarawih bisa dilakukan sendiri di rumah, lho! Berikut adalah tata cara shalat tarawih di rumah.

 Niat shalat tarawih secara munfarid atau sendiri:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

Tata cara shalat tarawih sendiri di rumah:

Sama seperti tarawih berjamaah, pendapat ulama jumlah rakaat pada tarawih yang dilakukan sendiri juga berbeda-beda, antara 8 rakaat dan 20 rakaat.  Kamu pun bisa mengikuti salah satu dari pendapat tersebut berdasarkan keyakinanmu. 

– Mengucapkan niat shalat tarawih 

– Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram 

– Mengucap takbir saat takbiratul ihram 

– Membaca Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an

– Rukuk 

– Itidal 

– Sujud pertama 

– Duduk di antara dua sujud 

– Sujud kedua 

– Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedu

– Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama 

-Salam pada rakaat kedua atau rakaat keempat.

Bacaan surat untuk shalat tarawih:

Tarawih dapat dikerjakan secara ringkas dengan membaca surat-surat pendek setelah Surat Al-Fatihah.

Tapi sholat tarawih sendiri juga bisa dikerjakan secara lama dengan memilih surat-surat panjang dalam Al-Quran. Mengingat pahala umat Muslim dapat dilipatgandakan slama bulan Ramadan, maka sebaiknya kamu memilih surat-surat panjang

  1. Puasa senin kamis

Salah satu ibadah Sunnah yang sering dilakukan oleh umat muslim beriman yaitu puasa senin kamis. Banyak hal-hal yang mendasari banyak umat muslim mengamalkan sunnah tersebut seperti untuk kesehatan dan amalan baik guna bekal di akhirat. Salah satunya terdapat pada sabda Nabi SAW:

“Amal-amal manusia diperiksa setiap senin dan kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi).

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, puasa-puasa sunah yang disepakati para ulama antara lain puasa Senin dan Kamis. Berikut ini hadisnya dari Aisyah Radhiyallahu Anhu:

“Adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memperbanyak puasa pada hari Senin dan  Kamis.” (HR. Al-Tirmidzi, Al-Nasi dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani).

Bacaan Niat Puasa Senin:

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa

“Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala,”

Bacaan Niat Puasa Kamis:

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa

“Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala,”

Bacaan Doa Buka Puasa:

Allaahummalakasumtu wabika amantu wa’ala rizkika aftortu birohmatika yaa arhamar raahimiin.

“Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”

kamu harus menahan diri dari yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, berhubungan dengan pasangan dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa. Waktu untuk menahan diri ini dimulai sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.