Update Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Solok

TABLOIDBIJAK.COM (Arosuka)—– Informasi tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Solok mmelaporkan bahwa pada hari ini Senin (1/2), adanya penambahan kasus Pasien Positif Covid-19 sebanyak 5 orang.

Syofiar Syam selaku Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Solok mengungkapkan bahwa Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, hari ini ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 5 orang.

Adapun Pasien tersebut adalah Laki-laki (15 th) Pelajar yang merupakan kasus suspek dari RSUD M Natsir dan tengah menjalani Karantina Mandiri. Selanjutnya Perempuan (35 th) ASN merupakan kontak erat dg kasus konfirmasi positif (rekan kerja) dan pada saat ini tengah menjalani Karantina Mandiri.

Adapun pasien yang positif selanjutnya adalah Laki-laki (31 th) Driver, merupakan kasus suspek dari RSUD M Natsir dan tengah menjalani Karantina Mandiri. Perempuan (18 th) Pelajar, merupakan kasus suspek yang sekarang tengah di rawat di RSUP M. Djamil Padang. Terakhir yang di lalorkan positif Covid-19 adalah Laki-laki (60 th) Kontraktor yang merupakan kasus suspek yang memiliki gejala demam dan lesu, pada saat ini pasien tersebut tengah di rawat di RSUD M. Natsir Solok.

Syofiar Syam juga menyebutkan bahwa saat ini di Kabupaten Solok adanya penambahan untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 yaitu sebanyak 2 orang. Pasien tersebut jni dinyatakan sembuh setelah dua kali menjalani pemeriksaan Spesimen dengan hasil negatif.

Berdasarkan penambahan kasus baru Covid-19 tersebut, ia menyebutkan sampai saat ini total warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 766 orang, yakni terdiri atas 50 orang tengah menjalani karantina mandiri, dirawat 6 orang, meninggal 18 orang, dan sembuh 692 orang.

Ia menyebutkan sampai saat ini pemeriksaan spesimen yang sudah dilakukan mencapai 8.746 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan tes usap massal di Kabupaten Solok.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Solok agar mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yaitu tetap memakai masker saat berinteraksi di luar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tetap menjaga imunitas tubuh.

“Membolehkan beraktifitas bukan berarti wabah telah berakhir, untuk itu mari kita lakukan protokol COVID-19 dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitas sehari-hari,” kata dia.

Menurut dia hal itu bertujuan untuk membentengi diri agar terhindar dari penularan COVID-19.

“Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan terkait pelaksanaan tes usap terhadap guru di sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) masih belum bisa dilaksanakan karena menunggu revisi anggaran 2021.

“Kendati demikian, sebagian sekolah sudah ada juga yang mulai melaksanakan tes usap dengan menggunakan dana komite sekolah, kemudian sebagian juga ada yang mandiri,” tutupNya.(nisya)