Catatan Novermal Yuska: Bendungan IIrigasi Lubuk Buaya di Air Haji Pessel Seperti Monumen

SABTU siang, 31 Oktober 2020 lalu, saya kembali meninjau bangunan Bendung Irigasi Lubuk Buaya di nagari Rantau Simalenang Air Haji, kecamatan Linggo Sari Baganti. Bendung irigasi yang bisa mengairi sawah 3 ribu hektar sampai ke daerah Punggasan itu kini masih seperti monumen. Bendungnya sudah siap, tapi jaringan irigasinya belum ada, dan air yang dibendung itu dibuang lagi ke dalam sungai.

Proyek irigasi yang sudah menelan biaya sekitar seratus miliar lebih ini mangkrak sejak lebih kurang 10 tahun lalu. Karena, pembebasan lahan untuk jaringan irigasinya bermasalah, dan tidak ada upaya serius dari pihak terkait untuk menyelesaikannya. Akibatnya, ribuan hektar sawah di daerah Air Haji dan Punggasan tetap menunggu air hujan baru bisa digarap.

Saya segera berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Ditjen SDA, Kementerian PUPR bagaimana proyek tersebut bisa segera dituntaskan. Untuk pembebasan lahan, saya juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan Gubernur terpilih pasca Pilkada 2020 ini. Proyek penyanggah swasembada pangan ini harus segera berfungsi sebagaimana mestinya.

Kalau proyek Irigasi Lubuk Buaya ini tuntas, 3 ribu hektar sawah di daerah ini bisa ditanami padi dua kali setahun. Bisa dibayangkan berapa tambahan produksi gabah di Pesisir Selatan, kalau 3 ribu hektar sawah di daerah ini bisa digarap dua kali setahun. Dan, juga bisa ditanami tanaman palawija sebagai tanaman penyeling.
#tugaspengawasan
#irigasikebutuhanpetani