Catatan Yal Aziz: Pemimpin Bermental Munafik Janganlah Dipilih

SETIAP yang bernyawa so pasti akan mati. Logika ini pasti dan setiap manusia akan meninggalkan dunia yang banyak godaan syetan ini. Jangankan kita Nabi Adam saja tergoda dan terperdaya sama syetan laknatullah. Untuk itu, sudah saatnya kita bertaubat, jika mempercayai adanya hari kematian dan hari kebangkitan.

Diakui, hidup di zaman melenial jauh berbeda dengan zaman tempo doeloe. Berbagai godaan ada disekeliling kita. Tapi berbagai godaan duniawi tersebut, hendaknya jangan sampai pula kita lengah dan terpedaya dengan kehidupan dunia yang penuh kemaksiatan dan kezaliman.

Jika kita sudah berusia diatas 50 tahun, perbanyak ibadah dan hindari hal-hal yang akan merusak iman dan ibadah kepada Allah. Kemudian, jangan sampai melalikan ibadah wajib lima waktu sehari satu malam. Bila perlu perbanyak shalat sunat, apa itu shalat dhuha dan shalat tahajut tengah malam bila tersentak dari tidur.

Seusai shalat tahajut berdoalah kepada Allah Yang Maha Kuasa, curahkan semua hatimu kepada Sanga Khaliq tersebut. Jikaada berbuat salah seperti menzhalimi orang, selain minta maaf keada yang bersangkutan. Berjanjilah tak akan mengulangi lagi perbuatan yang menzalimi tersebut.

Khusus kepada para politisi, berhentilah mengumbar janji-janji yang tak akan bisa dtepati, sebagaimana yang dijanjikan. Bicara jujur sajalah.

Sebagaimana kita ketahui, Islam sudah memberikan petunjuk tentang masalah janji. Maksudnya, seseorang yang berjanji tetapi tak bisa menepatinya di cap sebagai orang munafik, yang apabila berkata bohong, berjanji mungkin dan bila dipercaya kianat. Jadi jangan sampai menjadi pemimpin munafik.

Sedangkan kepada masyarakat, jangan sampai terlena dengan bujuk rayu para calon pemimpin yang lagi betarung di pilgub ini. Yang perlu diingat, gagal dalam menentukan pemimpin, maka tunggulah kehancuran. Camkanlah!.