Catatan Yal Aziz: Bila Kau Jadi Gubernur Nak

“BANYAK pemimpin hebat didunia ini nak,” kata seorang ayah kepada anaknya. . Tapi, cukuplah sosok mereka itu kau jadikan sebagai ilmu pengetahuan saja dan tak perlu kau teladani. Jika kau ingin mengambil teladan, tiru dan ikutilah cara Nabi Muhammad dan para khalifahnya. Salah satu contoh khalifahnya, seperti cara Umar Bin Khatab saat memimpin umat.

Di zaman melenial sekarang ini nak, ada sosok pemimpin yang bisa kau teladani juga nak, yakni sosok presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan yang berhasil meruntuhkan paham sekuler di negaranya.Bahkan Erdogan berhasil menjadikan Turki sebagai kekuatan baru di Eropa.

Bahkan dari sejumlah kebijakan yang dibuat Erdogan banyak membawa kemajuan bagi negaranya. Begitu juga dengan langkah-langkah politik luar negerinya yang banyak juga mendapat respon positif dari berbagai negara.

Setelah kau tahu tentang sosok Erdogan nak, tiru dan kau amalkan dengan baik. Soalnya menjadi gubernur itu tanggungawabnya sangat berat, apalagi di hadapan Allah.

Sekarang ku beritahu padamu nak, tentang sosok Khalifah Umar Bin Katab yang perlu juga kau teladani dengan baik.

Semasa Umar Bin Khatab jadi khalifah, Umar sengaja berjalan malam tanpa pengawal. Dalam perjalanannya, Umar sengaja berhenti karena mendengar suara tangisan anak kecil di sebuah gubuk yang reok.

Lantas umar menggedor pintu rumah gubuk reok tersebut dan kemudian si penghuni rumah membukakan pintunya.

Lantas Umar Bin Khatab bertanya, kenapa anak-anakmu kamu biarkan menangis?

Lantas pemilik gubuk reok itu menjawab, anaknya menangis karena belum makan dari pagi.

“Tungkumu berasap, apa yang kamu masak?

“Hanya merebus batu,” kata wanita tiga anak tersebut.

Untuk apa, tanya Umar kepada ibu pemilik gubuk.

“Agar anakku terhibur, apabila mereka lelah menangis mereka akan tertidur,”jawab wanita itu singkat

Lantas Umar pamit dan kembali ke istananya untuk mengambil sekarung gadum dan memikulnya sendiri sampai ke gubuk reok tesebut.

Setelah memberikan bantuan, Umar bukan mendapatkan ucapan terima kasih, tapi justrui mendapatkan caci makian dari wanita pemilik gubuk tersebut.

“Sebenarnya kamau yang cocok jadi khalifah, bukan Umar,” kata wanta tiga anak tersebut.

Waktu itu Umar hanya diam sembari minta izin pamit.

Singkat cerita nak, seminggu kemudian, Umar Bin Katab sengaja mengundang wanita dengan tiga anak berkunjung ke istananya. Tapi, betapa kagetnya si wanita janda tiga anak tersebut ketika berada di istana Umar Bin Khatab yang dia caci maki saat mengantarkan sekarung gandum kerumahnya.

Jadi sebagai gubernur nak, kau hanya boleh takut kepada Allah saja dan ikuti semua yang disampaikan Nabi Muhammad. Titik.